Mahasiswa UNPAR Membangun Masyarakat Mandiri

Tri Kurniawan    •    Kamis, 15 Feb 2018 11:24 WIB
pendidikanwisata pendidikan
Mahasiswa UNPAR Membangun Masyarakat Mandiri
Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggagas program TOSAYA di Desa Wisata Batu Loceng, Bandung, Jawa Barat, pada 2018 (Foto:Dok.UNPAR)

Bandung: Sebagai kawasan wisata, Batu Loceng yang terletak di Desa Sunten Jaya, Lembang, Bandung, Jawa Barat, memiliki banyak daya tarik. Di sana terdapat beragam potensi kearifan lokal yaitu situs Batu Loceng, konservasi alam, kampung adat, kesenian Sunda, kopi khas, dan pemandangan alam memesona dengan hawa yang sejuk.
 
Penghasilan utama masyarakat Desa Wisata Batu Loceng dari bertani kopi dan berternak. Keramahan dan keaktifan masyarakat membuat Desa Wisata Batu Loceng sering menjadi sasaran peneliti untuk mempelajari kehidupan mereka. Wisatawan dari berbagai daerah pun banyak yang datang ke sana.
 
Melihat potensi wisata dan ekonomi yang dapat dikembangkan, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menggagas program TOSAYA pada 2018. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat agar menghasilkan produk berkualitas dan bisa diterima pasar.
 
Tiga kegiatan utama program TOSAYA di Desa Wisata Batu Loceng, yakni penyuluhan tentang kopi, penyuluhan pengolahan susu, serta bermain dan belajar bersama anak-anak yang masih sekolah. Masyarakat Desa Wisata Batu Loceng merespons positif program TOSAYA. Tua maupun muda aktif mengikuti kegiatan yang diisi mahasiswa UNPAR.
 

 
Di Desa Wisata Batu Loceng banyak masyarakat yang berternak sapi. Nyaris setiap rumah ada kandang sapi. Selain sapi, warga di Desa Wisata Batu Loceng berternak cacing. Cacing ternak diolah menjadi bahan obat atau kosmetik. Peternak cacing memberi makan cacing dengan kotoran sapi, selain dijadikan biogas.
 
Desa Wisata Batu Loceng juga dikenal sebagai penghasil kopi. Masyarakat bersama-sama menjual biji kopi di kota, hasilnya dibagi-bagi.

 

Semangat gotong royong sangat terasa ketika ada pembangunan. Warga desa akan berbondong-bondong membantu penyelesaian pembangunan, meski itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan masing-masing.
 
Hal itu tentu menjadi contoh positif bagi semua kalangan, termasuk mahasiswa, bahwa seberat apa pun pekerjaan, kalau dikerjakan bersama akan lebih mudah.
 
Keindahan Desa Wisata Batu Loceng yang jauh dari polusi harus menjadi perhatian bersama. Pemandangan asri, suara burung, dan air sungai, membuat pengunjung merasakan kedamaian.
 
Keramahan masyarakat membuat mahasiswa yang mengisi program TOSAYA semakin betah berlama-lama di Desa Wisata Batu Loceng. Di sana, mahasiswa juga belajar menghargai sesama dan alam.


(ROS)