Melihat Perbedaan Sebagai Rahmat

Siti Yona Hukmana    •    Jumat, 09 Nov 2018 10:41 WIB
nkri
Melihat Perbedaan Sebagai Rahmat
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam dialog kebangsaan/Medcom.id/Yona

Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengimbau seluruh masyarakat menjaga kerukunan dalam perbedaan. Indonesia tak boleh terpecah karena perbedaan pendapat maupun suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Keragaman sebesar, setajam, apa pun mari lebih dilihat dari perspektif rahmat bagi kita," tegas Lukman dalam dialog kebangsaan di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018.

Ia berharap semua elemen mengedepankan cara pandang itu. Perbedaan bukan alasan munculnya gesekan.

Baca: Masyarakat Ingin Pancasila Semakin Kuat

Perbedaan, terang dia, tak boleh merusak sulaturahmi. Saling menghargai dipastikan membuat kehidupan sosial masyarakat lebih berkualitas.

"Kesejahteraan rakyat juga menjadi baik," ucap eks Wakil Ketua MPR itu.

Lukman menjelaskan tahun politik yang kini dihadapi Indonesia harus disikapi bijak. Kompetisi baik merebut kursi presiden dan wakil presiden, legislator, dan senator harus menghasilkan hal baik bagi bangsa.

Baca: Komunitas Agama Deklarasi Pemilu Damai

Perspektif rahmat, beber dia, merupakan cara menjalankan ajaran agama. Masyarakat rukun dan damai sangat dibutuhkan dalam mengamalkan ajaran agama.

"Dengan pemahaman seperti ini mudah-mudahan sebesar, sekeras, setajam apa pun perbedaan di antara kita, tidak bisa mengoyak kerukunan kita berbangsa dan bernegara," tegas Lukman.

Dialog kebangsaan bertema 'Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa' itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Pimpinan ormas dan tokoh Islam juga menghadiri acara tersebut.


(OJE)