Kalla Tak Yakin Mahasiswa Indonesia Alami Kerja Paksa

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 08 Jan 2019 19:20 WIB
Pendidikan TinggiMahasiswa di Taiwan
Kalla Tak Yakin Mahasiswa Indonesia Alami Kerja Paksa
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla tak yakin dengan isu mahasiswa Indonesia yang mengalami kerja paksa di Taiwan. Mahasiswa RI hanya menerima budaya kerja keras.

"Saya yakin itu bukan kerja paksa, itu mungkin kerja keras," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurut dia, budaya kerja keras perlu diterapkan kepada masyarakat Indonesia. Pasalnya, Taiwan serta Tiongkok bisa sukses karena kerja keras.

"Kalau mereka pergi kerja dan harus mengelem, membungkus 30 ribu, itu kan kerja keras. Itu perlu belajar kerja keras, di samping belajar teknologi, perlu perilaku," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Diminta Atur Ulang Tata Kelola Kuliah-Magang

Mahasiswa Indonesia dikabarkan banyak mengeluh karena pekerjaan yang diberikan di luar bidangnya. Kalla bilang, hal itu wajar.

"Ya kadang-kadang begitu, tapi intinya harus bekerja mempergunakan kemampuan fisik yang baik dan tangannya untuk bekerja. Ya mungkin tidak terlalu dekat hubungannya, tapi saya katakan tadi budaya kerja keras tadi ini harus melekat di jiwa masing-masing pekerja," jelas dia.

Dia menekankan Indonesia membutuhkan masyarakat yang pekerja keras. Sebab, hal itu dapat membantu Indonesia untuk menjadi negara maju.

"Kalau anda tidak bekerja keras, tidak mau nungguin berjam-jam cepat bosan, gimana cepat maju negeri ini," ujar dia.


(HUS)