Bekraf Diminta Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 16 Jun 2017 11:55 WIB
berita dpr
Bekraf Diminta Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Anggota Komisi X DPR RI Nuroji. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Nuroji meminta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi sehingga berbagai cipta karya yang dihasilkan bisa diindustrikan. 
 
“Karena disana banyak sekali hasil-hasil penelitian yang belum di industrikan atau dibuat produknya,” ucap Nuroji dalam keterangan tertulis, Jumat 16 Juni 2017.
 
Politikus Gerindra itu menilai, bila produk hasil penelitian perguruan tinggi tersebut dapat dilepas atau dijual ke industri, sangat bagus sekali untuk menumbuhkan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner itu.
Namun, harus tetap dikategorikan apakah masuk ke dalam sektor industri rumahan atau industri kreatif dan industri kecil.

Dia mencontohkan usaha industri dibidang logam yang terdapat di daerah tegal. Di daerah tersebut, kata Nuroji, berbagai macam barang berbahan dasar logam dibuat, seperti cangkul sampai dengan onderdil mobil.
 
“Nah ini termasuk dalam industri apa, ini harus diperjelas supaya tidak tumpang tindih program antara Kementerian Perindustrian dengan Bekraf. Bila termasuk dalam Bekraf, maka perlu dikembangkan juga segi pemasarannya terutama kepada industri besar. Sementara dengan Kementerian Dalam Negeri juga perlu dibangun kerjasama dalam hal menetapkan kebijakan daerah soal siapa counterpart atau dengan dinas mana yang menjadi counterpart bagi ekonomi kreatif didaerah itu,” paparnya.
 
Nuroji mengatakan, kalau nanti pada konsepnya industri kecil menjadi bagian dari industri kreatif, maka komponen-komponen kecil pendukung sebuah produknya bisa dibuat oleh industri rumahan seperti yang telah diterapkan di negara China.
 
Selain itu, Nuroji menambahkan ada pula jenis kegiatan perdagangan yang aktif dan besar nilainya, yaitu perdagangan dibidang barang antik dan vintage yang sudah menjadi produk unggulan ekonomi kreatif di luar negeri.

“Sedangkan di negara kita hal ini masih belum dilakukan. Ini perlu dimasukan dalam kategori ekonomi kreatif, karena bisa jadi hal yang menarik dan banyak peminatnya. Pemerintah bisa menyiapkan pasar-pasar yang menjual produk-produk itu dan bisa dikelompokan dalam satu rumpun dengan pasar seni,” pungkasnya.
 


(ROS)