Perwira TNI yang Berkelahi akan Diproses

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 12 Aug 2017 13:55 WIB
tni au
Perwira TNI yang Berkelahi akan Diproses
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Bogor: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan dua perwira yang berkelahi di lingkungan TNI Angkatan Udara, Halim Predanakusuma, Jakarta Timur, akan diproses. Pemeriksaan pun tengah dilakukan.

"Semuanya diperiksa. Bukan hanya dua-duanya. Yang menyebabkan juga diperiksa," kata Gatot usai peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Dia menyayangkan konflik semacam ini terjadi di lingkungan TNI. Gatot ingin kasus ini diusut tuntas. "Pasti ada sebabnya. Itu suatu perbuatan tidak etis yang tak boleh terjadi," kata dia.

Gatot belum mau bicara soal sanksi yang dapat dijatuhkan kepada kedua perwira TNI Angkatan Udara ini. Hal ini, kata dia, adalah ranah hukum. "Saya tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada alasan hukum," ucap dia.

Perwira TNI atas nama Kolonel Lek Andhi Herwanto dengan Letnan Kolonel Kes Siswanto terlibat perkelahian di Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kejadian ini sempat direkam dan diunggah oleh warga ke Youtube.

Baca: Dua Anggota TNI Terlibat Perkelahian di Halim Perdanakusuma

Kejadian berawal setelah istri dari Andhi yang menjadi seorang dokter gigi di Lakesgilut ditegur Siswanto sebagai atasannya. Andhi tak terima istrinya ditegur. Ia pun langsung datang ke Lakesgilut untuk meminta penjelasan Siswanto.

"Kejadian tidak seheboh yang di video. Pembinaan di lingkungan militer seperti biasa ada tahapan-tahapannya," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 11 Agustus 2017.

Saat itu, lanjut Jemi, terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan perkelahian antara keduanya. Hidung Siswanto berdarah karena kontak fisik dengan Andhi. Tak lama berselang, keduanya dilerai dan kini sudah dalam penanganan Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU).

"Terjadi kesalahpahaman dengan kedatangan Andhi ke Lakesgilut yang diterima oleh Siswanto. Hal ini menyebabkan terjadinya emosi dan tak terkontrol. Secara tidak sengaja hidung Siswanto terbentur kepalanya Andhi dan berdarah," kata Jemi.


(UWA)