Sering Ngompol, Seorang Ibu Aniaya Anaknya Hingga Tewas

Arga sumantri    •    Minggu, 12 Nov 2017 16:42 WIB
penganiayaan anak
Sering Ngompol, Seorang Ibu Aniaya Anaknya Hingga Tewas
Ilustrasi kekerasan pada anak--Metrotvnews.com

Jakarta: Seorang ibu inisial NW, 30 tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas di Jakarta Barat. Penganiayaan dipicu perasaan kesal lantaran anaknya yang baru berusia lima tahun sering mengompol.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Roycke Harry Langie mengatakan, peristiwa itu diketahui pada Sabtu 11 November 2017. Kala itu, korban didapati tewas di Rumah Sakit GRHA Kedoya Jakarta Barat, usai dianiaya ibunya.

"Dari keterangan tersangka, korban ini sering ngompol dan tergolong lebih aktif dua bulan terakhir," kata Roycke di Markas Polres Jakarta Barat, Minggu 12 November 2017.

Baca: Aniaya Anak Kandung, Seorang Ibu di Bali Dibui

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sekitar dua bulan terakhir menganiaya anaknya. Puncak penganiayaan terhadap bocah yang baru duduk di TK nol kecil itu terjadi kemarin.

Roycke membeberkan, sebelum menganiaya, pelaku sempat menyemprotkan racun serangga ke muka korban. Tujuannya, agar korban diam lantaran kala itu si anak kerap menangis. "Kita sedang tunggu rekam mediknya, apakah ini jadi penyebab utama kematian korban," ujarnya.

Kesal tak mau berhenti menangis, NW lalu mengikat anaknya dengan tali rafia dan membungkus kepalanya dengan plastik. Setelah itu, dipukuli menggunakan sapu lidi. "Pelaku menganggap itu hukuman, tapi padahal bisa berakibat fatal," ungkap Roycke.



Pelaku sempat membawa anaknya ke rumah sakit GRHA Kedoya. Namun, nyawa bocah nahas itu tidak tertolong. Kepada tetangganya, NW berdalih anaknya tengah sakit.

Berbekal laporan warga, NW dicokok di rumah sakit. Polisi juga menyita beberapa alat bukti, antara lain, obat serangga, kantong plastik warna merah, tali rafia dan sebilah gunting.

Atas perbuatannya, NW dijerat Pasal 80 ayat (3) Juncto Pasal 76 C Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, penjara maksimal 15 tahun.


(YDH)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

59 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA