Kontrak Pemasok Bahan Baku Viostin DS Diputus

Faisal Abdalla    •    Selasa, 06 Feb 2018 15:34 WIB
izin edar obat
Kontrak Pemasok Bahan Baku Viostin DS Diputus
Ilustrasi. MTVN/Rizal

Jakarta: PT Pharos selaku produsen Viostin DS telah memutus kerja sama dengan pemasok bahan baku suplemen tersebut. Viostin DS menggunakan bahan baku dari Spanyol.
 
"Bahan baku Chondroitin Sulfate dipasok dari Spanyol yang memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Service (HCS). HCS sudah diakui Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata direktur Corporate Communication PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 6 Februari 2018.
 
Ida mengatakan, kerja sama sudah dilakukan sejak produk Viostin DS pertama kali dipasarkan, yaitu sekitar sepuluh tahun lalu. Kasus tercemarnya bahan baku Viostin DS oleh DNA babi baru terjadi kali ini.
 
"Selama itu tak pernah ada masalah. Karena selalu hasil ujinya selalu negatif (mengandung babi). Kasus ini baru terjadi kali ini," imbuh Ida.

Baca: YLKI Minta BPOM Perketat Pengawasan 

Meski begitu, Ida mengatakan pihaknya telah memutus kerja sama dengan pemasok yang enggan ia sebutkan namanya tersebut. Ida mengaku pihaknya merasa dirugikan akibat kejadian ini.
 
"Untuk masalah pemasok, begitu dapat info dari BPOM kami langsung memutus hubungan dengan pemasok tersebut, karena kami merasa dirugikan. Kejadian ini mengagetkan kami karena selama ini tak pernah ada masalah," ujar Ida.
 
Sebelumnya, BPOM menyatakan Viostin DS terkontaminasi DNA babi. BPOM meminta PT Pharos menarik dan menghentikan produksinya sejak adanya temuan indikasi kontaminasi pada akhir November 2017.
 
PT Pharos sendiri telah melakukan penarikan terhadap produk tersebut sejak akhir November 2017. Masyarakat yang masih memiliki produk tersebut bisa mengembalikannya ke tempat pembelian.
 


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA