10 Kepala Daerah di Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Sunnaholomi Halakrispen    •    Rabu, 03 Oct 2018 15:10 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
10 Kepala Daerah di Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
Kepala daerah di Sumbar deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Jakarta: Sebanyak 10 kepala daerah di Sumatera Barat mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Enam di antaranya mendeklarasikan diri hari ini.  
 
"Enam bupati yang mewakili 10 kepala (daerah) di Sumatera Barat mendukung Pak Jokowi-Kyai Maruf Amin untuk lima tahun ke depan," ujar Dewan Pengarah Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin, Sidarto Danusubroto, di Posko Rejo, Jalan Purworejo Nomor 8 Menteng, Rabu, 3 Oktober 2018.

Ke-10 kepala daerah itu yakni Bupati Kabupaten Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Kabupaten Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Hendrajoni, Bupati Kabupaten Solok Gusmal.

Kemudian, Wali Kota Solok Zul Elfian, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Bupati Kabupaten Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabagalet, dan Bupati Kabupaten Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.

(Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Didukung Pemuka Lintas Agama)

Sidarto menyebut ada dua kepala daerah lain yang juga siap mendukung Jokowi-Ma'ruf. Namun, keduanya belum deklarasi untuk saat ini.

"Dua lagi ada, dua wali kota. Akan ada deklarasi nanti, yaitu Wali Kota Kota Pariaman dan Wali Kota Padang Panjang," beber dia. 

Sidarto menyebut setelah deklarasi dukungan akan ada pelantikan. Selain menyatakan
dukungan, kesepuluh kepala daerah juga akan membantu korban gempa Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. 

"Mereka juga berkeinginan untuk membangkitkan, membantu, mengajak masyarakat Sumbar untuk bantu korban gempa Palu dan Donggala. Ini deklarasi politik tapi mereka akan mengajak masyarakat untuk membantu para korban," tutur Sidarta. 
 


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA