Penghasilan Porter Kereta Meningkat di Momen Lebaran

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 24 Jun 2018 19:43 WIB
Mudik Lebaran 2018Ramadan 2018
Penghasilan Porter Kereta Meningkat di Momen Lebaran
Porter kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.- Suci Sedya Utami

Jakarta: Musim mudik dan arus balik menjadi ladang rezeki bagi para porter atau jasa angkut barang bawaan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Para porter mendapat tambahan penghasilan di momen tersebut.

Sumarso (44) salah satu porter misalnya. Dia bilang di momen mudik lebaran tentu ada penambahan penumpang kereta yang berpengaruh pada penghasilan yang ia dapatkan.

"Penumpang nambah, pemasukan juga nambah, kalau rezekinya bagus," kata Sumarso pada Medcom.id, Minggu, 24 Juni 2018.

Sumarsono mengatakan di hari biasa dirinya bisa mendapatkan langganan rata-rata  lima hingga enam penumpang. Jumlah langganan bertambah menjadi delapan hingga 10 penumpang di momen mudik dan arus balik lebaran.

Ia mengatakan tidak menentukan tarif untuk sekali angkut. Menurut dia upah yang diberikan bersifat sukarela dari penumpang. Namun sekali angkut ia bisa dibayar berkisar Rp20.000 - Rp50.000.

"Kerja begini kan yang ngasih karena faktor apa kasihan apa terima kasih sudah dibantu, enggak ditarif. Untung-untung ketemu orang yang suka ngasih lebih," tutur dia.

Namun demikian lanjut Sumarso banyaknya orderan dan penghasilan sangat tergantung dari kinerja masing-masing porter. Jika si porter rajin mencari orderan maka rezekinya banyak, namun jika porter hanya duduk-duduk menunggu penumpang maka penghasilannya sedikit.

Beda halnya dengan Sumarso, porter lainnya Masyubi mengaku tidak ada yang berbeda antara penghasilan yang didapat di hari biasa maupun momen mudik dan arus balik. "Biasa saja, enggak pada bawa barang banyak," ujar dia.

Menurutnya, untuk mendapatkan penghasilan lebih para porter harus berupaya keras menawarkan jasa kepada penumpang. Untuk penumpang yang baru akan berangkat misalnya, para porter akan menanyakan terlebih dahulu apa kereta yang akan ditumpangi, tujuannya ke mana, barulah kemudian menawarkan jasa.

"Kerja begini ya susah-susah gampang," jelas dia.

Di Stasiun Senen sendiri ada sekitar 160 hingga 170 porter yang dalam kesehariannya berbagi lahan pekerjaan. Jumlah tersebut terbagi dalam dua shift yakni pagi dan malam yakni dari jam 07.00 pagi ke jam 19.00 begitu pula sebaliknya.


(JMS)