Newsline

Pengembangan Pendidikan Karakter Bukan dengan Kekerasan

   •    Rabu, 29 Mar 2017 16:26 WIB
kekerasan fisik
Pengembangan Pendidikan Karakter Bukan dengan Kekerasan
Rekonstuksi kekerasan fisik dalam kegiatan diksar Mapala UII. (Foto: ANTARA/Muhammad Ayudha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema menilai perguruan tinggi mestinya tidak lagi memberikan penanaman pendidikan karakter dalam diksar, apalagi jika dibumbui dengan tindak kekerasan fisik. Yang justru diperlukan, kata dia, adalah penguatan karakter. 

"Pengembangan pendidikan karakter memang wajib dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Ketika masuk perguruan tinggi, karakter apa yang mau diperkuat? Kan kepemimpinan dan keutamaan intelektual, bukan kekerasan," kata Doni, dalam Newsline, Rabu 29 Maret 2017.

Menurut Doni, yang perlu diperkuat dalam pendidikan dasar adalah kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Persoalan fisik hanya nomor sekian sebab dinilai tak begitu penting.

Menanamkan kekerasan dalam setiap kegiatan pendidikan dasar hanya akan membuat lingkaran tradisi kekerasan itu semakin kuat. Apalagi jika universitas yang menaungi tidak terbuka, besar kemungkinan budaya kultur kekerasan akan terus terjadi dari generasi ke generasi.

"Lembaga pendidikan kita di perguruan tinggi gagal menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan universal. Dengan adanya ini kampus kita belum menjadi pusat peradaban. Tawuran dan saling memukul justru yang menjadi tradisi," ungkap Doni.




(MEL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA