Imigrasi Jakarta Barat Terbitkan Paspor Aisyah pada 2014

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 17 Feb 2017 10:52 WIB
korea utarapembunuhan kim jong-nam
Imigrasi Jakarta Barat Terbitkan Paspor Aisyah pada 2014
Kim Jong-Nam, kakak tiri Kim Jong-un yang diduga dibunuh WNI. Foto: AFP/ TOSHIFUMI KITAMURA

Metrotvnews.com, Jakarta: Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar) membenarkan menerbitkan paspor Warga Negara Indonesia (WNI), Siti Aisyah, yang terlibat kasus pembunuhan Kim Jong-nam, di Malaysia. Paspor Siti diterbitkan 2014.
 
"Kantor imigrasi Jakarta Barat memang pernah menerbitkan paspor dengan data nama Siti Aisyah. Tahun 2014," kata Kepala Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Imigrasi Jakarta Barat, Junita Sitorus kepda Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 10 Februari 2017.
 
Juanita mengungkapkan, paspor wanita yang saat ini diamankan oleh Otoritas Malaysia itu asli. "Semua data tersebut valid dan benar," katanya.
 
Imigrasi Jakarta Barat tidak mengetahui informasi pembunuhan tersebut. Pihaknya juga tidak berwenang menyikapi kasus pembunuhan yang terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Senin 13 Februari 2017 itu.
 
"Yang jelas, nomor paspor dan seperti yang ada di media memang benar dari kantor Imigrasi Jakarta Barat," katanya.
 
Siti Aishah, perempuan berpaspor Indonesia ditangkap karena diduga membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, di bandar udara ibu kota Malaysia pada Senin lalu.
 
Siti ditahan bersama seorang perempuan lain, yang mempunyai dokumen perjalanan Vietnam. Mereka ditangkap saat berupaya keluar dari Malaysia di bandar udara Kuala Lumpur, pada Rabu.
 
Kim Jong-nam, 46, dibunuh di bandar udara itu pada Senin dengan jarum beracun saat hendak terbang kembali ke Makau. Dia sempat meminta pertolongan, sebelum rubuh dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
 
Badan intelijen Korea Selatan sebelumnya menduga bahwa kedua perempuan yang melakukan pembunuhan itu adalah agen mata-mata dari Korea Utara. Sebelumnya, Kim Jong-nam secara terbuka menyatakan tidak suka atas kekuasaan disnasti keluarganya di Korea Utara, negara yang terisolasi dari komunitas internasional namun punya kekuatan senjata nuklir.
 
Sementara itu Siti tengah sendirian saat kepolisian menangkapnya. Data dari paspornya menunjukkan bahwa dia masih berusia 25 tahun dan lahir di Serang, Banten. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku tengah berupaya menemuinya.


(FZN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

16 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA