Kepentingan Nasional Harus Diperjuangkan dalam Pertemuan IMF

Arga sumantri    •    Senin, 12 Mar 2018 11:40 WIB
imfimf-world bank
Kepentingan Nasional Harus Diperjuangkan dalam Pertemuan IMF
Diskusi Menakar Kesiapan Melaksanakan Annual Meetings IMF Oktober 2018. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Indonesia dinilai harus memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah Annual Meetings International Monetary Fund (IMF) 2018. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus bisa memperjuangkan kepentingan nasional. 

"Menjadi tuan rumah adalah sebuah kesempatan kita sebagai developing countries. Kepentingan kita bisa kita perjuangkan," kata akademisi Universitas Paramadina Firmanzah dalam diskusi "Menakar Kesiapan Melaksanakan Annual Meetings IMF Oktober 2018" di Kedoya, Jakarta Barat, Senin, 11 Maret 2018.

Firmanzah mengatakan kepentingan nasional yang mesti diperjuangkan antara lain sektor pariwisata dan infrastruktur. Rektor Universitas Paramadina itu menyebut Indonesia harus bisa mendorong sistem finansial global memecah persoalan-persoalan sektor itu.

"Persoalan ketimpangan, akses, pendapatan, atau infrastruktur. Bagaimana kita mendorong mesin dunia bisa memerhatikan persoalan yang sangat perlu diselesaikan itu," ujar dia. 

Sektor informal seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai harus pula diperjuangkan. Bagi negara maju, kata dia, sektor informal sejatinya ada di posisi pasar gelap. Namun, sektor UMKM bagi Indonesia adalah sebagai buffer alias penyangga ekonomi. 

"Saya lihat IMF dan World Bank ini belum ramah terhadap sektor informal. Bagaimana pun ini harus jadi perhatian para ekonom di forum tersebut," kata dia.

Baca: RI Harus Bisa Menangkap Peluang dari Pertemuan IMF-Bank Dunia

Firmanzah juga menilai tema tentang strategi ekonomi rendah karbon patut didorong dalam pertemuan IMF dan World Bank. Tema ini menjadi penting untuk pembangunan sistem ke depan dalam posisi Indonesia sebagai paru-paru dunia.

"Kalau mengusung tema ini kita bisa memiliki kesempatan menguasai arti penting pembangunan ke depan. Hal-hal ini harus kita perjuangkan," ujar dia.



(OGI)