Pemohon Sayangkan Aplikasi Antrean Paspor Online Terganggu

Faisal Abdalla    •    Selasa, 09 Jan 2018 17:34 WIB
pasporimigrasi
Pemohon Sayangkan Aplikasi Antrean Paspor Online Terganggu
Ilustrasi aplikasi antrean paspor online - ANT/Irfan Anshori

Jakarta: Sejumlah pemohon antrean paspor online mengeluhkan rusaknya aplikasi antrean. Masyarakat menilai sistem antrean secara online lebih praktis ketimbang harus mengantre secara manual.

"Sayang sekali kalau terganggu, karena sistem online ini praktis. Kita yang tentukan sendiri tanggalnya," ujar Sandra, salah satu pemohon paspor saat berbincang dengan Medcom.id di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Januari 2018.

Sandra menceritakan ia mendaftar pengajuan permohonan paspor awal Desember silam. Ia memilih 9 Januari untuk melakukan verifikasi berkas dan telah menginformasikan hal tersebut ke kantor tempatnya bekerja dari jauh-jauh hari.

"Kan lebih praktis. Ibaratnya kita sudah booking tanggal. Kalau datang langsung hari ini belum tentu kita dapat nomor antrean," tukas Sandra.

Senada, Ridwan, mengaku aplikasi antrean paspor online sangat membantu. Dia berharap pihak imigrasi segera memperbaiki layanan paspor online.

(Baca juga: Imigrasi Targetkan Daftar Tunggu Paspor Selesai Dua Minggu)

"Aplikasi ini membantu sekali, jadi saya nggak perlu antre dari pagi-pagi buta. Semoga segera diperbaiki," ujar Ridwan.

Ditjen Imigrasi menemukan indikasi adanya oknum masyarakat yang membuat ribuan antrean permohonan paspor fiktif. Akibat ulahnya itu, banyak masyarakat yang tidak kebagian kuota nomor antrean melalui aplikasi online. 

Meski begitu, seorang petugas imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Selatan yang enggan disebutkan namanya mengatakan aplikasi permohonan antrean paspor online sudah bisa digunakan. Hanya, pemohon harus menggunakan aplikasi itu pada pagi hari.

"Bisa digunakan, tapi daftar pada pagi hari sekitar pukul 08.00-09.00 WIB melalui handphone. Kuotanya juga dibatasi hanya untuk 200 orang," tukas dia. 

(Baca juga: Ditjen Imigrasi Ancam Polisikan Pemohon Paspor Fiktif)




(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA