Dewan Masjid Sesalkan Khotbah Jadi Sarana Ujaran Kebencian

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 17 Jun 2017 01:19 WIB
ujaran kebencian
Dewan Masjid Sesalkan Khotbah Jadi Sarana Ujaran Kebencian
Ilustrasi warga mendengarkan khotbah sebelum melaksanakan salat Jumat di halaman Masjid Jamik Quba, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Masjid Indonesia (DMI) cukup menyesalkan adanya temuan 60 persen khotbah Jumat salah satu masjid di Jakarta berisikan ujaran kebencian. Hal ini dinilai melenceng dari nilai-nilai pesan khotbah yang seharusnya menyampaikan pesan kedamaian.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruquthni mengatakan, sejatinya fungsi dan peran masjid adalah sarana untuk memperkuat harmoni di masyarakat. Salah satunya melalui khotbah yang membawa pesan perdamaian demi kesatuan umat.

"Masjid bukan untuk mengalirkan faham-faham sektarian atau kelompok kerena bersifat akomodatif menampung semua umat Islam," kata Imam saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 16 Juni 2017.

Baca: 60% Khatib Jumat di Jakarta Syiarkan Ujaran Kebencian

Imam menjelaskan, pandangan-pandangan yang disampaikan khatib di dalam masjid harus bersifat common sense atau pandangan umum. Karena, pada awal sejarahnya pun keberadaan masjid berperan besar terhadap persatuan dan kesatuan umat.

"Lebih memperkukuh hubungan antar sesama bukan melakukan degradasi atau pemisahan kelompok. Jadi kita ikut menyayangkan bila benar-benar ada penelitian yang menyimpulkan seperti itu," jelas Imam.

Di sisi lain, Dewan Masjid Indonesia pun meminta penelitian tentang khuotbah Jumat berisi ujaran kebencian perlu diadakan kajian mendalam sebelum dipublikasikan. Perlu ada forum grup diskusi untuk membahas permasalahan ini.

"Penelitian ini salah bisa juga, kalau itu benar juga memprihatikan," pungkas Imam.


(DEN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

2 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA