Kekurangan Guru

Sekolah di Perbatasan Rekrut Tentara untuk Mengajar

Intan Yunelia    •    Kamis, 11 Oct 2018 13:08 WIB
Guru Honorer
Sekolah di Perbatasan Rekrut Tentara untuk Mengajar
Siswa bermain dengan anggota TNI usai pulang sekolah, di Papua, MI/Agung Wibowo.

Jakarta:  Persoalan guru honorer yang hingga kini belum tuntas, mendapat sorotan dari sejumlah politisi partai Golkar.  Kondisi kekurangan guru di daerah, dan menumpuknya guru honorer yang puluhan tahun hidup tak layak, tidak dapat dikesampingkan lagi.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, persoalan guru honorer yang puluhan tahun mengabdi tanpa kesejahteraan layak ini tidak bisa dikesampingkan lagi.  Pemerintah diminta segera merealisasikan solusi, yang beberapa waktu lalu disampaikan dalam berbagai bentuk skenario.

Termasuk di antaranya, membuka kesempatan guru honorer yang terganjal syarat tes CPNS, untuk ikut tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).  Tenaga guru honorer Kategori 2 (K-2) yang tidak lolos menjadi PNS sepatutnya segera dicarikan solusi. 

"Faktanya memang guru ini kurang. Bangunan ada, siswa ada, tapi guru tidak ada,” ungkap Lodewijk di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Secara, hitung-hitungan, kata Lodewijk, sejatinya Indonesia masih kekurangan tenaga guru. Bahkan, di daerah-daerah tertentu sekolah terpaksa merekrut tentara untuk membantu mengajar. 

“Di daerah perbatasan, sekolah sampai merekrut guru dari tentara. Juga mirisnya, gaji guru sangat kecil.  Ini masalah-masalah sosial yang tidak bisa kita mungkiri lagi,” lanjutnya.

Baca: 14 Guru dan 33 Siswa Hilang Pascabencana

Politikus Partai Golkar, yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah segera menuntaskan permasalahan guru honorer K-2. Terutama nasib guru honorer yang puluhan tahun mengabdikan dirinya mengajar. 

“Kami di DPR sudah dua kali rapat gabungan lintas komisi. Bersama Komisi IV, Komisi XIII, Komisi IX, Komisi X, juga Komisi XI.  Kami rapat bersama para mitra kementerian," kata Hetifah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano, menyebutkan, total guru honorer di Indonesia mencapai 735.825 orang. Dari jumlah tersebut jumlah guru honorer K-2 sebanyak 157.210 orang.

Lebih lanjut, menurut Supriano, pemerintah sudah merumuskan kebijakan penangganan guru honorer.  Dari jumlah guru honorer K-2 tersebut, pemerintah sudah membuat simulasi penanganan guru honorer.   

"Yaitu sebanyak 12.883 untuk mengikuti tes CPNS sesuai peraturan perundang-undangan. Jika tidak lulus, nanti akan dibuka kesempatan bagi mereka untuk mengikuti tes PPPK,” papar Supriano.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA