Hoaks Berkembang Mengikuti Zaman

Candra Yuri Nuralam    •    Sabtu, 12 Jan 2019 02:39 WIB
hoax
Hoaks Berkembang Mengikuti Zaman
Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi, Willy Aditya (pertama dari kiri) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Jakarta: Partai NasDem menilai perubahan penyebaran berita bohong berkembang mengikuti zaman. Teknologi ikut menjadi pelaku kecepatan hoaks.

"Post modernisme itu sekarang berubah, kita hidup di daerah post terus, itu tidak ada kebenaran yang objektif karena adanya pembenaran dari apa yang diinginkan," kata Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi, Willy Aditya di sebuah diskusi, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Menurut Willy, relasi sosial di Indonesia saat ini sudah berubah beriringan dengan zaman. Hoaks saat ini lebih terbuka dibanding masa lalu.

"Dulu kita sebutnya propaganda, kita pakai pamflet atau selembaran, sulit fotokopi dan pemberitaannya harus ngumpet-ngumpet, sekarang, alatnya sudah di depan mata," ujar Willy.

(Baca: Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Ditangkap)

Perubahan alat penyebaran juga ikut merubah pola pikir masyarakat. Zaman ini, kata Willy, masyarakat lebih mudah dihasut dengan pesan berantai. "Pada dasarnya kita memang suka di tipu," ujarnya.

"Basis pembohongan ditambah dengan ayat-ayat disebarkan melalui smartphone, kita tidak pernah berfikir apa akarnya," timpal dia.

Hoaks juga dianggap kerap dimanfaatkan dalam dunia politik. Elite politik sering menjadi bahan penyebaran hoaks.

"Literasi juga, ini gerakan politik, harus memproduksi orang baik sebanyak-banyaknya untuk memperbanyak orasi positif," pungkas Willy.


(JMS)