Seni Masa Kini

Pelangi Karismakristi    •    Minggu, 10 Jun 2018 19:00 WIB
galeriindonesiakaya
Seni Masa Kini
Ilustrasi seni kontemporer. Foto: Metrotvnews.com/ Putu Badar B

Jakarta: Seni kontemporer kini banyak dipilih para seniman untuk lebih mengeksplorasi karyanya. Di Indonesia, ada beberapa seniman yang memilih jalur kontemporer sebagai bentuk dari hasil karyanya, seperti Tiarma Sirait dan Angki Purbandono.

Tiarma Sirait adalah seorang fashion art yang namanya sudah mendunia dan ia sebelumnya juga sudah menggeluti dunia seni lukis dan desain. Sehingga tak heran jika lulusan Sekolah Fashion and Textile Design di Swedia ini kerap menghasilkan ide cemerlang, yang menggabungkan fashion art dalam tiap lukisannya. Bahkan sejumlah karyanya pun menjadi masterpiece pada pameran lukisan art contemporary di Swedia pada 2001 silam. 

Karya fashion art yang lahir dari tangannya ini mengandung nilai seni, budaya dan kehidupan di suatu daerah dari berbagai belahan dunia. Contohnya cara berpakaian perempuan Belanda di Swedia yang dikenal fashionable, atau kebaya yang dipakai ibu negara dan beserta menteri perempuan dan masih banyak lagi.

Berbeda lagi dengan Angki Purbandono. Pria asal Yogyakarta ini memiliki hasil karya yang tekniknya cukup unik dan memiliki hasil luar biasa. 

Ia menyebutnya dengan nama scanography, yang terbilang masih sangat langka. Dengan mesin scan, ia dapat mengabadikan berbagai bentuk seni yang memiliki cerita dalam sebuah foto.

Tak semua orang dengan teknik tersebut mampu menciptakan hasil yang sama atau bahkan sekedar mirip. Setiap karya yang dihasilkan selalu berbeda dan tentu memiliki cerita serta ciri khasnya masing-masing. 

Seperti diketahui, seni kontemporer sendiri lahir dari adanya modernisasi dalam pengembangan setiap seni dan budaya sejak Perang Dunia II. Namun, untuk di Indonesia sendiri, seni kontemporer masih jarang. Ada berbagai jenis seni kontemporer seperti melukis, seni rupa, deisgner, show director, dan lain-lain.

Penasaran bagaimana hasil karya keduanya? Simak selengkapnya dalam program IDEnesia episode Seni Masa Kini, pada Minggu, 10 Juni pukul 21.30 hanya di Metro TV.


(ROS)