Angkat Fenomena Renternir, Mahasiswa UI Juarai Pilmapres Nasional

   •    Kamis, 12 Jul 2018 18:34 WIB
prestasi mahasiswa
Angkat Fenomena Renternir, Mahasiswa UI Juarai Pilmapres Nasional
Evita Martha Dewi, Mahasiswa UI Juara Utama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2018., Humas UI.

Jakarta: Evita Martha Dewi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI) angkatan 2015 berhasil meraih gelar Juara Utama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2018.

Martha kerap menjuarai kompetisi terkait Esai bidang Ekonomi, seperti juara pertama dalam ajang The 15th Economix International Paper Competition, Best Delegate President Model United Nations (United Nations Security Council) dan deretan prestasi lainnya baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.

Pada ajang Pilmapres Nasional 2018, Martha mengajukan pemikirannya dalam bentuk Karya Ilmiah bertajuk Strategi Integrasi Lembaga Keuangan untuk Penyaluran Kredit Mikro di Indonesia. "Berkenaan dengan  Penyaluran Kredit Mikro/kredit usaha rakyat untuk UMKM," kata Martha, dalam siaran pers yang diterima Medcom.id di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Martha menilai, penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tengah dijalankan pemerintah kurang efektif, karena masih sebatas menyasar usaha menengah saja.  Sementara usaha kecil masih belum tersentuh.  "Faktanya masih banyak pelaku UMKM meminjam dana usaha melalui rentenir," terang Martha.

Baca: UI Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Kedokteran

Dalam karya ilmiahnya tersebut, Martha menggambarkan pola integrasi antara lembaga keuangan mikro, bank umum, dan juga perusahaan finansial teknologi. Ia menawarkan sebuah model bernama InBank System yang mengintegrasikan lembaga keuangan untuk menyalurkan kredit mikro Indonesia.

Ia berharap, dengan adanya kerjasama ini, dapat mengurangi permasalahan, dan biaya lebih efisien serta bisa lebih menyatu dengan UMKM terutama usaha mikro.

Martha menambahkan, selama ini pemerintah mempunyai potensi tetapi cenderung berjalan sendiri-sendiri.  Sehingga akan jauh lebih baik jika turut bekerja sama dengan sektor privat.

Selain itu, situasi dari keuangan negara saat ini terlalu grand.  "Mereka menganggap solusi untuk masyarakat itu satu,  tanpa melihat karakteristik dari masyarakat UMKM yang tidak mempunyai rekening, karena bank hanya menyerahkan sepenuhnya ke KUR," jelas Martha.

Untuk itu, Martha berharap pemerintah memiliki rencana program, tidak hanya satu, melainkan dapat menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang heterogen.

Dalam sambutannya, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti, Dr. Didin Wahidin menyampaikan, mahasiswa harus mengembangkan potensi secara utuh, baik pengetahuan (kognitif), kepribadian (afektif), dan psikomotorik (keterampilan). "Pintar saja tidak cukup, tetapi harus memiliki pengalaman kegiatan kemahasiswaan serta membangun kohesi sosial dengan lingkungannya. Kami yakin Mahasiswa Berprestasi akan menjadi pemimpin bangsa di masa depannya," tutup Didin.

Pilmapres Nasional 2018 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.  Puncak acara pengumuman dilaksanakan di Surakarta pada Rabu, 11 Juli 2018. Pilmapres Nasional 2018 mengusung tema “Sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi serta berkarakter yang siap memasuki era revolusi industri 4.0.”

Agenda Pilmapres Nasional 2018 ini berlangsung selama empat hari, pada 9 – 12 Juli 2018 di mana para peserta Pilmapres berjuang dalam mempresentasikan dan mempertahankan karya ilmiahnya.  Karya ilmiah dititikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi maupun pengembangan hasil inovasi yang dapat didiseminasikan secara luas.

Pada tahap awal, Pilmapres Nasional 2018 diikuti oleh 252 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi se-Indonesia.  Kemudian diseleksi, hingga terpilih 26 finalis, yang terdiri atas 17 mahasiswa berasal dari program sarjana, dan 9 mahasiswa dari program diploma.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA