Cara Puspiptek Bantu Wirausaha Teknologi Mendapatkan Paten

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 11 Aug 2017 12:07 WIB
puspiptek
Cara Puspiptek Bantu Wirausaha Teknologi Mendapatkan Paten
Puspitek menggelar workshop tentang HKI dan pelatihan teknis drafting dokumen paten (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Bogor: Fungsi dari paten adalah untuk identitas kepemilikan suatu produk dan menghindari pembajakan. Dari sisi bisnis, paten dipercaya meningkatkan nilai jual dan daya saing suatu produk.

Mengingat pentingnya pendaftaran paten, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) menggelar workshop tentang hak kekayaan intelektual (HKI) dan pelatihan teknis drafting dokumen paten. Workshop diikuti sekitar 60 wirausaha bidang teknologi (tenant) binaan Puspiptek dan masyarakat umum.

Kepala Bidang Kerjasama dan Bisnis Teknologi Puspiptek Dadan Nugraha mengatakan, usulan pengadaan workshop disampaikan tenant dari program ko-inkubasi. Mereka menyadari pendaftaran hak kekayaan intelektual, hak paten, hak cipta, dan hak merk sangat penting untuk keberlangsungan bisnis mereka.

Dadan mengundang pejabat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan harapan para tenant mendapat penjelasan, antara lain soal syarat menyajikan produk agar layak mendapat paten.

"Kepada teman-teman tenant bisa menyerahkan draft HKI untuk bisa di-review langsung oleh tim. Mohon (Ditjen Kekayaan Intelektual) bimbingannya," kata Dadan, di gedung TBIC Puspitek, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis 3 Agustus 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puspiptek Sri Setiawati mengatakan workshop ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para tenant soal bagaimana membuat konsep agar bisa memperoleh paten.

"Kalau mereka sudah melakukan temuan, kan harus dipatenkan atau mendapatkan merk dan sebagainya. Kami mengundang Ditjen Kekayaan Intelektual biar langsung bisa berkomunikasi," kata Sri.

Melalui workshop ini, para tenant diyakini mempunyai perspektif lebih luas mengenai paten. Para tenant juga bisa membangun jaringan dengan Ditjen Kekayaan Intelektual, sehingga ke depan, ketika ingin mengajukan paten lagi, akan lebih mudah.

Sri mengatakan, workshop ini juga dihadiri para tenant yang sudah lulus mengikuti progam ko-inkubator. "Para peneliti yang ingin mendaftarkan paten juga bisa," ucapnya.


(TRK)