Tim Pendaki Polwan Siap Menggapai Carstensz Pyramid

   •    Sabtu, 12 Aug 2017 18:11 WIB
polwanmedia group
Tim Pendaki Polwan Siap Menggapai Carstensz Pyramid
Ketua Tim Ekspedisi Polwan ke Carstensz Pyramid, Tri Suswati Tito Karnavian (jaket merah), berpose dengan tim pendaki polwan di basecamp pendakian di Bali Dump. MI/Briyan B Hendro.

Metrotvnews.com, Tembagapura: Melalui seleksi yang ketat, 24 polwan dari seluruh Indonesia telah terpilih untuk menggapai puncak tertinggi Indonesia, Carstensz Pyramid.

Setelah digembleng latihan selama 3 bulan di Sukabumi, tim pendaki Polwan akhirnya tiba di titik terakhir yaitu base camp pendakian di Bali Dump sebelum menuju Puncak Carstensz Pyramid.

Carstensz Pyramid yang memiliki ketinggian 4.884 mdpl merupakan salah satu gunung yang termasuk bagian dari 7 puncak tertinggi di 7 lempeng benua.

Tidak mudah untuk menggapai Puncak Carstensz. Selain suhu dan cuaca yang ekstrim, tebing menjulang setinggi lebih dari 500 meter menghadang sebelum menginjakkan kaki di titik tertinggi. Tidak hanya kemampuan mendaki gunung, tiap pendaki wajib memiliki kemampuan memanjat tebing.

"Persiapan semua tim sudah matang. Melihat kondisi mereka saat ini, saya yakin Polwan mampu mencapai Puncak Carstensz Pyramid," tegas Ketua Tim Ekspedisi, Tri Suswati Tito Karnavian, saat mengunjungi tim ekspedisi di basecamp pendakian di Bali Dump, Jumat (11/8). 

Sebelumnya, megenakan pakaian lengkap bak pendaki gunung, Ketua Ekspedisi Polwan, Tri Suswati Tito Karnavian  didampingi Maximus Tipagau, Pemilik Adventure Carstensz, operator pendakian yang mendampingi tim ekspedisi untuk mencapai Carstensz Pyramid, hadir ke basecamp untuk mengecek kondisi tim.

Tak disangka, Puncak Carstensz Pyramid, serta Puncak Soemantri, dan Puncak Soekarno yang biasanya tertutup kabut terlihat dari basecamp tim di Bali Dump. Apalagi, waktu sore hari menjelang matahari terbenam, biasanya kabut akan sangat tebal.

Tri Suswati dan rombongan kemudian turun kembali ke Tembagapura yang berketinggian 2.200 mdpl. Mereka harus bermalam di tempat yang lebih rendah karena belum melakukan aklimatisasi atau penyesuaian terhadap ketinggian.



(DRI)