Ribuan Guru Honorer Berencana Demo Hingga 31 Oktober

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 15 Oct 2018 16:55 WIB
Guru Honorer
Ribuan Guru Honorer Berencana Demo Hingga 31 Oktober
Suasana demonstrasi guru honorer di depan kantor DPRD Kota Depok, Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok:   Puluhan guru honorer, yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok, menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Depok.  Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan guru honorer masih akan berlangsung di sejumlah daerah, hingga 31 Oktober 2018.

Sekjen FPHI Kota Depok, M.Nur Rambe menuturkan, ada tiga tuntutan yang disuarakan oleh para guru honorer.  Ketiga tuntutan itu di antaranya Permenpan Nomer 36 Tahun 2018 yang dinilai cacat hukum, dan pembatalan Rekrutmen CPNS 2018.

Pantauan Medcom.id, puluhan guru honorer tersebut datang dengan membawa bendera dan spanduk-spanduk yang bertuliskan aspirasi mereka.  "Ini sebetulnya launching (demo), artinya mulai hari ini hingga 31 Oktober 2018 kita akan melakukan aksi mogok massal di seluruh sekolah," ucap Rambe saat ditemui di Gedung DPRD, Jalan Boulevard Kota Depok, Senin, 15 Oktober 2018.

Rambe menuturkan, hal yang paling membuat cacat dalam Permenpan RB Nomer 36 Tahun 2018 adalah, mengenai tenaga honorer yang telah berakhir di tahun 2014.

"Sesuai PP 56 Tahun 2012 itu, berakhir tahun 2014, lalu tidak diatur lagi honorer ini mau dikemanakan. Jadi yang diatur itu PNS, ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)," katanya.

Baca: Cerita Guru Honorer 'Nyambi' Jadi Tukang Parkir

Namun, hingga saat ini menurutnya, belum ada aturan khusus mengenai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sehingga dianggap tidak efektif.

"P3K sendiri itu tidak ada peraturan pemerintahnya, jadi ada alasan kuat untuk dicabut sudah tiga sampai empat tahun berjalan Undang-undang ini tidak efektif," bebernya.

Sebagai pengganti, pihaknya mengusulkan pemerintah segera mengeluarkan Perppu yang mengatur soal ASN, PNS, dan juga guru honorer.

"Kalau Kemenpan mengatakan siap untuk guru honorer, lalu menjadi P3K kan enggak segampang itu, ketika aturan muncul nanti malah tidak bisa bagaimana?" paparnya.

Selanjutnya, Rambe menuturkan pihaknya akan segera memasang spanduk di sekolah - sekolah tempat mengajar para guru honorer sebagai bentuk permintaan maaf bagi masyarakat, karena adanya aksi mogok massal guru honorer hingga 31 Oktober 2018 mendatang.

"Secara umum ada 3.200 guru se-Indonesia, yang akan melancarkan aksi demo.  Untuk di wilayah Depok sendiri tentunya akan dilakukan secara masif, ini bukan paksaan, namun ini perjuangan," tandasnya.

Baca: PGRI Minta Guru Tidak Melanjutkan Mogok Mengajar

Sementara itu, Ismawati guru SDN Mekarjaya Kota Depok yang ikut melaksanakan aksi demo di Gedung DPRD Depok menuturkan, karena keterbatasan usia tentunya para guru honorer tidak bisa lagi mendaftar CPNS.

"Solusi dari kami, sebaiknya lihat tidak usah ikut tes lagi, namun bisa dipantau dari kredibilitas kerja kami saat ini," pungkasnya.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA