TGB: Penanganan Bencana Lombok Sudah Berskala Nasional

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 21 Aug 2018 00:34 WIB
gempagempa bumiGempa Lombok
TGB: Penanganan Bencana Lombok Sudah Berskala Nasional
Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi (memakai peci). Foto: MI/Bary Fathahilah

Mataram: Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi (TGB) meminta semua pihak tak meributkan polemik status bencana gempa Lombok sebagai bencana nasional. Dia berharap semua fokus pada penanganan korban bencana.

"Potensi nasional masih mampu mengatasi penanganan darurat bahkan sampai rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana nanti. Penanganan bencana saat ini skalanya sudah nasional dan all out," kata TGB melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Tanpa status bencana nasional, kata TGB pemerintah pusat terus mendampingi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk memberikan penguatan seperti bantuan anggaran, pengerahan personil, bantuan logistik dan peralatan, manajerial serta tertib administrasi.

"Lombok dan Sumbawa ini cukup luas, tidak semua daerah terpapar gempa. Khususnya daerah-daerah wisata seperti KEK Mandalika, Senggigi dan Pulau Moyo dan lainnya masih dapat dikunjungi wisatawan," ujarnya.

"Apabila gempa Lombok ini dinyatakan sebagai bencana nasional, maka Pulau Lombok dan Sumbawa akan 'mati' dan pemulihannya akan lama. Padahal sektor pariwisata adalah salah andalan pertumbuhan ekonomi NTB, selain pertanian," tambah TGB.

(Baca: Jokowi Siapkan Inpres Gempa Lombok)

Di sisi lain, TGB berharap musibah gempa tidak membuat semua warganya larut dalam kesedihan. Warga diminta tidak tertawan apalagi trauma dengan musibah tersebut.

"Mari kita bahu membahu, bergotong royong dan berkoordinasi bersama pemerintah pusat, daerah dan kabupaten juga masyarakat agar NTB segera bangkit pulih dari dampak bencana, dan kembali maju di segala bidang," katanya.

TGB memastikan sejauh ini pihaknya bersama dengan stakeholder terus berkoordinasi dan memobilisasi banyak personil dan alat-alat berat untuk membantu memulihkan dan merehabilitasi sarana yang terdampak gempa.



(JMS)