Legal atau Ilegal Negara Harus Hadir Lindungi TKI

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:25 WIB
tki
Legal atau Ilegal Negara Harus Hadir Lindungi TKI
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani--MI/Grandyos Zafna

Jakarta: Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani meminta pemerintah bertanggung jawab atas kematian Adelia Lisao. Meskipun, Adelia diduga masuk ke Malaysia secara ilegal. 

"Saya tidak tahu apakah yang bersangkutan berangkat ilegal atau legal. Tapi apa pun itu pemerintah harus hadir dan mempertanggungjawabkan kondisi WNI yang ada di luar," kata Irma kepada Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Kata Irma, semestinya keberadaan tenaga kerja ilegal bisa dideteksi jika koordinasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berjalan optimal. Jika ditemukan ada kasus-kasus serupa bisa cepat ditindak. 

"Tidur selama satu bulan di kandang anjing dan enggak ketahuan, hebat kan. Kenapa? Itu tadi banyak tenaga kita yang berangkat secara ilegal, itu kan tidak terdeteksi di KBRI sehingga KBRI juga akhirnya tidak tahu kondisi mereka ada di mana saja. Nah itu yang harusnya ada koordinasi juga antara KBRI dan BNP2TKI," jelas Irma.

Baca: KJRI Penang Dinilai Lamban Merespons Penganiayaan Adelina

Ia menambahkan semestinya BNP2TKI tak begitu saja menerima job order atau kebutuhan tenaga kerja dari Pemerintah Malaysia. Hal ini bisa menjadi celah masuknya tenaga kerja ilegal ke negara Jiran itu. 

"Saya selalu sampaikan kepada BNP2TKI maupun kepada KBRI harusnya kan job order yang diterima tidak hanya didasarkan pada laporan dari pihak pemerintah Malaysia. Harusnya dilakukan cek fisik," jelas Irma.

Adelina merupakan tenaga kerja asal NTT yang ditemukan oleh tetangga majikannya. Para tetangga menduga ada yang tak beres saat melihat dia tidur di samping anjing Rottweiler hitam. Mereka saat itu melihat Adelina tidur hanya beralaskan tikar jerami.



Salah satu tetangga melihatnya menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Tetangga tersebut juga melihat luka bakarnya telah mengeluarkan nanah. Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons pertanyaan itu.

Senin lalu, jenazah Adelina diperiksa oleh pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja pada Selasa kemarin. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun, sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A Thaiveegan.


(YDH)