Berbagi Lewat Kopi

Dheri Agriesta    •    Kamis, 13 Dec 2018 07:30 WIB
kopi
Berbagi Lewat Kopi
Orang Utan Coffee Project, yayasan yang peduli terhadap kelestarian orang utan. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta

Katowice: Aroma kopi Arabika Gayo langsung memanjakan hidung saat melewati pintu masuk area E, Konvensi Perubahan Iklim COP24 UNFCCC di Katowice, Polandia. Aroma kopi itu berasal dari Paviliun Indonesia yang tepat berada di depan pintu masuk. 

Di area paviliun, Diana Kosmanto Dellatore tekun menyeduh kopi. Ia berulang kali memasukkan kopi dan menuang air, melayani permintaan pengunjung yang semakin ramai.

Kopi ini disediakan secara gratis khusus pengunjung Pavilion Indonesia. Juga terdapat beberapa camilan khas Indonesia. 

Diana menyiapkan beberapa kantong biji kopi yang telah digiling buat sehari. Kopi ini berasal dari petani dari perkebunan kopi di daerah Gayo.

"Kopinya Arabika Gayo, ini dari petani yang kita dampingi," kata Diana saat berbincang dengan Medcom.id di Paviliun Indonesia, Rabu, 12 Desember 2018.

Diana merupakan perwakilan Orang Utan Coffee Project yang diundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk berpartisipasi di Paviliun Indonesia. Kopi racikan Diana dinikmati banyak pengunjung yang berasal dari Indonesia maupun negara lain. 

Orang Utan Coffee Project merupakan yayasan yang peduli terhadap kelestarian orang utan. Mereka memberikan keuntungan penjualan kopi untuk mendukung kampanye pelestarian orang utan.

Kopi itu mereka dapat dari petani di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Mereka mendampingi para petani dan memberikan pengetahuan berupa cara bercocok tanam organik dan ramah lingkungan tanpa merusak hutan. 

Baca: Kopi Bengkulu Siap Mendunia

Orang Utan Coffee Project mendampingi sekitar 220 petani kopi. Setiap petani memiliki lahan sekitar satu hektare. 

"Kalau kopi organik itu pada umumnya di semua pertanian, (hasilnya) sekitar 800 kilogram sampai 1 ton setahun," kata dia. 

Hampir seluruh keuntungan dari pertanian kopi ini diberikan kepada yayasan orang utan Sumatera. Diana menyebut ide pendampingan dimulai pada 2008 demi keberlangsungan habitat orang utan Sumatera. 

Indrastuti salah satu pengunjung Paviliun Indonesia terlihat senang saat menyeruput kopi itu. Indrastuti datang sebagai salah satu perwakilan swasta di COP24 UNFCCC. Ia telah berada di Katowice selama seminggu lebih. 

Baca: Kopi Indonesia Diburu di Tiongkok

"Kopi ini jadi alternatif ya, karena dari kemarin minum kopi dari mesin," kata Indrastuti

Indrastuti mengaku kopi ini sedikit mengobati kerinduannya dengan Tanah Air. Apalagi, ia berada di Katowice sejak pembukaan COP24 UNFCCC. 

Dua pengunjung asal Prancis Frank dan Helena sedang menikmati dadar gulung. Sembari bercakap-cakap, mereka menyeruput kopi yang disediakan secara gratis itu. 

"Ini enak, saya baru pertama minum kopi asli dari Indonesia dan diseduh orang Indonesia," kata Helena sambil tersenyum.


(DMR)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA