Sadisme Bisnis Prostitusi

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 09 Jan 2019 11:31 WIB
prostitusi artis
Sadisme Bisnis Prostitusi
Prostitusi. Ilustrasi: Medcom.id/Rakhmat Riyandi.

Jakarta: Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyebut bisnis prostitusi sejatinya dekat dengan kekerasan terhadap kaum hawa. Tidak jarang, pekerja seks komersial (PSK) bisa terjerumus dalam petaka yang berujung pada kematian.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menjelaskan bahaya ini tak peduli dengan pendidikan dan status sosial sang perempuan yang dilacurkan. Bayangan kekerasan menghantui mereka, walau telah memasang tarif, berpendidikan tinggi, hingga berstatus sebagai artis. 

"Di dalam situasi itu, dia akan rentan kekerasan karena relasinya pembeli dan penjual, pembeli menjadi faktor yang paling super dalam hubungan ini," kata Mariana kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurut dia, kondisi ini pernah menimpa Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby yang dibunuh pelanggannya pada 2015. Kala itu, Deudeuh memprotes bau badan pelanggannya. Tak terima, pelaku gelap mata hingga membunuhnya. 

Baca: Modus 'Jualan' Muncikari Artis

Dalam praktik asulia itu, kata dia, 80 persen perempuan yang terjerumus juga berpotensi masuk dalam jaringan perdagangan manusia. Korban bahkan dipaksa mengonsumsi narkoba demi memberikan performa terbaik bagi pelanggannya.

"Sehari bisa 40 hingga 20 orang. Ini berpotensi membuat kerusakan alat reproduksi. Kebayang tidak kalau profesi itu mengerikan. Jadi, tidak ada kesetaraaan antara pelanggan dan penjual," kata dia. 

Di samping itu, kekerasan terhadap perempuan yang terjerumus dalam bisnis ini juga tidak lagi dilakukan secara nyata. Mereka kerap mendapatkan body shaming atau pelecehan terhadap fisik.




(OGI)