Mendagri Bakal Jenguk Korban Penyerangan di RSPAD

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 13 Oct 2017 04:00 WIB
penyerangan kantor kemendagri
Mendagri Bakal Jenguk Korban Penyerangan di RSPAD
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Foto: Antara/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan menjenguk korban penyerangan di Kemendagri yang tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Kondisi sembilan orang yang terluka mulai membaik.

"Kondisinya membaik. Insha Allah besok Sabtu jam 10 Pak Tjahjo menjenguk mereka," kata Plt Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di RSPAD usai menjenguk para korban, Kamis 12 Oktober 2017.

Para karyawan Kemendagri itu diberi waktu istirahat di RSPAD hingga benar-benar pulih. Meski membaik, mereka masih memerlukan perawatan dari Rumah Sakit. Terutama yang mengalami luka parah dan harus dijahit lukanya.

"Ya sudah membaik tapi kan enggak langsung pulang. Biarkan mereka pulih dulu, terutama yang dijahit lukanya atau yang diperban. Kan butuh proses penyembuhan juga," sebut Hadi.

Lebih lanjut Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan ini juga mengatakan bahwa jika kondisi sudah benar-benar pulih, dokter memperbolehkan para pasien itu pulang. Namun dirinya tak memaksa karyawan Kemendagri itu buru-buru pulang dan bekerja di kantor.

"Ya kita juga paham mereka terkena musibah, libur dulu. Pulihkan diri," tandasnya.

Sebanyak sembilan korban penyerangan di kantor Kementerian Dalam Negeri masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Tiga diantaranya mengalami luka berat.  

"Mereka anggota Pamdal, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu office boy," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Arief M Edhie.

Tiga orang mengalami luka berat akibat lemparan pecahan pot yang berada di kantor Kemendagri. Salah satu korban, Tandiono, menyebut dirinya dilempar batu oleh massa.  Ia terluka berat hingga kepalanya harus dijahit 15 jahitan untuk menutup luka.

Identitas korban penyerangan bernama Sigit Saputra, Ahmad Basri, Deny Ikbalia, Bambang Armando, Rahmat Hidayat, Tandiono, Fajar Sugeng, Beni Sumitra dan Sukirman. Kemendagri berupaya agar para korban dapat segera sembuh.

 


(Des)