Anggaran dan Kualitas Pendidikan tak Sepadan

Dheri Agriesta    •    Jumat, 09 Feb 2018 11:38 WIB
pendidikan
Anggaran dan Kualitas Pendidikan tak Sepadan
Wapres Jusuf Kalla di ruang kerjanya. Foto: MI/Immanuel Antonius

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari harapan. Padahal, alokasi anggaran pendidikan lebih besar ketimbang sektor lain.

Alokasi anggaran pendidikan menyentuh Rp400 triliun, lebih besar ketimbang anggaran infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Anggaran infrastruktur hanya Rp100 triliun. Anggaran pendidikan juga lebih besar ketimbang anggaran pertahanan.

"Kenapa dengan anggaran yang naik terus per tahun, kita belum mengalami kenaikan yang signifikan dibanding pendidikan negara lain," kata Kalla dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kemendikbud, Serua, Depok, Rabu, 7 Februari 2018.

Kalla tak menutup mata pendidikan di Indonesia berkembang, tapi masih kalah bila dibanding negara lain. Kalla meminta tenaga pengajar memasang kualitas pendidikan negara tetangga sebagai standar.

Kalla mencontohkan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kualitas pendidikan mereka dapat dilihat dari tenaga kerja yang dikirimkan ke luar negeri. Tiga negara itu telah mengirimkan tenaga kerja tingkat menengah seperti akuntan, mekanik, dan sejenisnya.

"Kita mengirimnya masih tenaga kerja yang lebih domestik, lebih ke asisten rumah tangga, kalau kita bicara keluar tentu ada tenaga kerja profesional kita, tapi masih kurang," kata Kalla.

Sistem pendidikan pun masih tertinggal. Malaysia dan Singapura telah memakai standar internasional seperti Oxford dan Cambridge untuk ujian nasional mereka. Sedangkan Indonesia masih berkutat dengan pro dan kontra penggunaan ujian nasional (UN).

"Tapi kita tingkatkan itu, karena tidak ada kemajuan tanpa kecerdasan dan kecerdasan mendorong kesejahteraan," jelas Kalla.

Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan

Masalah utama pendidikan tak jauh dari masalah kesejahteraan dan jumlah tenaga pengajar. Kalla sadar dengan jumlah guru yang tak mencukupi. Jumlah pengangkatan guru baru tak seimbang dengan guru yang pensiun.

Pemerintah pun berencana mengangkat puluhan ribu guru honorer yang ada saat ini untuk menutupi kekurangan itu. Kalla menyebut, rencana ini telah disetujui Presiden Joko Widodo.

Tapi, masalah pendidikan tak cuma itu. Kalla juga menyayangkan minimnya perhatian tenaga pengajar terhadap mutu pendidikan. Pria asal Makassar ini pernah berbicara di forum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

"Saya sering beberapa kali hadir di PGRI kalau kita bicara tentang mutu semua diam, begitu bicara kesejahteraan naik, semua tepuk tangan," sindir Kalla.

Padahal, kesejahteraan dan mutu pendidikan seharusnya seimbang. Tenaga pengajar, tegas dia, jangan hanya memperhatikan kesejahteraan mereka saja.

"Anda juga harus beri mutu lebih baik kepada lulusan sekolah, lebih baik," kata Kalla.


(MBM)

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

1 day Ago

Saat ini proses persidangan masih fokus pada penyelesaian perkara korupsi KTP elektronik yang d…

BERITA LAINNYA