Kalla: Kita Marah dan Mengutuk Terorisme

Dheri Agriesta    •    Selasa, 15 May 2018 12:10 WIB
Teror Bom di Surabaya
Kalla: Kita Marah dan Mengutuk Terorisme
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Aul.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat menyayangkan rangkaian serangan teroris di Depok, Surabaya, dan Sidoarjo. Kalla menyebut, masyarakat marah dan mengutuk kejadian ini.
 
"Ini perlu diperhatikan, dibutuhkan kesiapan dan juga tindakan tegas aparat keamanan, Polisi dan TNI," kata Kalla di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.
 
Pemerintah dan aparat keamanan tak bisa bekerja sendiri menumpas terorisme. Masyarakat diminta berpartisipasi memberikan informasi.
 
Karena, masyarakat merupakan lingkungan terdekat yang bisa mengawasi terduga teroris. Kalla pun berduka atas aksi yang menewaskan belasan orang itu. Terlebih, aksi ini melibatkan anak-anak sebagai pengebom.
 
"Kita sangat menyayangkan anak-anak dilibatkan. Bagaimana hebatnya cuci otak dilaksanakan, itu yang merusak seluruh bangsa ini," jelas Kalla.

Baca: Bom Surabaya, Teror Perdana Mengeksploitasi Anak

Aksi teror pecah di sejumlah titik sejak pekan lalu. Aksi diawali dengan perlawanan narapidana terorisme di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, 9 Mei 2018. Peristiwa ini menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.
 
Polisi berhasil menumpas serangan itu dengan pendekatan lunak pada Kamis, 10 Mei 2018. Sebanyak 155 narapidana terorisme pun menyerah.
 
Minggu 13 Mei 2018, publik dikagetkan dengan serangan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa ini. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Teror tak berhenti di situ, Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Pengebom meledakkan diri saat polisi memberhentikan kendaraan mereka.




(FZN)