Kemenpora Gelar Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di Aceh

   •    Minggu, 16 Sep 2018 13:29 WIB
berita kemenpora
Kemenpora Gelar Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di Aceh
Suasana pelatihan kader Pemuda Inti Narkoba di Provinsi Aceh (Dok. Kemenpora)

Jakarta: Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) bekerjasama dengan Generasi Muda Desa Nusantara menyelenggarakan pelatihan kader Pemuda Anti Narkoba di Provinsi Aceh. Pelatihan yang dijadwalkan hingga 23 September itu digelar di lima kabupaten berbeda, meliputi Kabupaten Aceh Jaya, Bireun, Banda Aceh, Pidie serta Kabupaten Pidie Jaya.

Aceh Jaya, menjadi kabupaten pertama yang menggelar pelatihan kader pemuda anti narkoba dan diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari komunitas pemuda se-Kabupaten Aceh Jaya.

Pelatihan kader pemuda anti narkoba turut dihadiri dan dibuka langsung Wakil Bupati Aceh Jaya, Teuku Yusri Sofyan. Dalam sambutannya, ia kembali menekankan, bahwa  kejahatan narkoba harus ditanggulangi bersama.

Klik: 2.499 Pelari Semarakkan SGWR 2018


Tidak hanya pemerintah, tapi generasi muda juga harus berperan aktif mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan barang haram tersebut. "Narkoba ini perilaku setan yang diharamkan agama. Pemerintah daerah Aceh Jaya harus bersinergi dengan pemuda anti narkoba untuk menanggulanginya," kata dia lewat rilis yang diterima Medcom.id.

Mengusung tema, 'Bahaya Narkoba dan Pencegahannya', pelatihan ini akan digelar di dua lokasi berbeda, yakni di Aula Setdakab lama dan Aula Serba Guna Kecamatan Jeunib dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang ikut pelatihan kader pemuda anti narkoba yang diinisiasi Kemenpora RI bekerjasama dengan Generasi Muda Desa Nusantara ini.

Assisten Deputi bidang Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin, mengatakan, pelatihan di lima kabupaten se Banda Aceh tersebut merupakan tindaklanjut dari Pengukuhan Kader Inti Anti Narkoba yang dilaksankan awal bulan September lalu.

"Ini (pelatihan) adalah lanjutan dari pasca Pengukuhan 200 Kader Inti Anti Narkoba yang sudah dikukuhkan pada 4 September kemarin. Hadirnya 200 kader inti itu diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama pemuda di aceh tengang pentingnya menyadari akan bahaya narkoba," sambung Arifin.

 


(REN)