Guru Honorer Terbelit Utang Curi Perhiasan Siswa

Antara    •    Jumat, 14 Sep 2018 13:02 WIB
Guru Honorer
Guru Honorer Terbelit Utang Curi Perhiasan Siswa
Ilustrasi/Media Indonesia

Palangka Raya: Kepolisian Resor (polres) Palangka Raya, Kalimantan Tengah menangkap seorang guru honorer SMP di Desa Sigi, Kabupaten Pulang Pisau, karena mencuri perhiasan emas beberapa murid SD di tiga sekolah.

Pelaku yang ditangkap  aparat setempat berinisial MK (35), diamankan anggota Polsek Pahandut di kediamannya di Jalan Sapan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya beserta sejumlah barang bukti hasil curian.  "Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi nekatnya itu karena ia sedang terbelit utang kepada salah satu teman di tempat kerjanya sekitar Rp2 juta. Karena itu, ia berani berbuat kriminal, " kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar di Palangka Raya seperti dikutip dari Antara, Jumat, 14 September 2018.

Pelaku berhasil ditangkap setelah menindaklanjuti video pencurian yang terekam CCTV (Closed Circuit Television) dan viral, kemudian diunggah ke berbagai media sosial. Polisi langsung melakukan penyelidikan.

Polisi meminta keterangan beberapa orang saksi dan mempelajari CCTV sekolah yang sempat merekam aksi pelaku.  Tidak sampai 24 jam, polisi kemudian mengamankan guru honorer perempuan  berambut panjang  itu, yang diduga pelaku pencurian perhiasan murid SDN 1 dan
SDN 6 Palangka yang beralamat di Jalan Tjilik Riwut Km 1.

"Pelaku sudah beraksi sebanyak tiga kali. Lokasinya berpindah-pindah tempat. Emas hasil curian rencananya akan dijual, dan uangnya sebagian untuk membayar utang," kata Timbul.

Ia menjelaskan modus operandi pelaku, saat beraksi, ia masuk menggunakan sepeda motor bebek dan mengenakan penutup wajah.  Pelaku yang menyamar sebagai orang tua murid tersebut mendekati anak-anak yang menggunakan perhiasan sebagai mangsanya.

Baca: Memanfaatkan Kambing yang Menyelonong ke Dalam Kelas

Biasanya pelaku beraksi saat jam istirahat sekolah. Ia mengintai murid SD yang mengenakan perhiasan, dan sedang bermain di halaman sekolah.  Setelah mendekati, pelaku langsung menyuruh korban yang merupakan murid SD tersebut melepas perhiasan dan menyerahkan kepadanya.

Usai mendapatkan perhiasan milik korban, pelaku langsung meninggalkan sekolah. Namun ia tidak menyadari ternyata ada sekolah yang memiliki kamera pemantau atau CCTV, sehingga aksi jahatnya terekam.

"Sementara ini ia mengaku hanya di tiga lokasi, tapi kuat dugaan perbuatan serupa lebih dari tiga kali. Maka dari itu kasus ini masih dilakukan pengembangan oleh penyidik," bebernya.

Ia menegaskan, guru tenaga honorer itu dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) dengan ancaman penjaranya lima tahun.

"Dari tangan pelaku, selain mengamankan sepasang anting dan gelang emas, kalau ditotalkan beratnya empat gram, satu unit handphone, dan satu lembar jaket warna hitam. Kini yang bersangkutan sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan," tutup Timbul. 


(CEU)