Cerita Konsumen First Travel yang tak Kunjung Berangkat Umrah

Arga sumantri    •    Jumat, 21 Apr 2017 13:25 WIB
ibadah umrah
Cerita Konsumen First Travel yang tak Kunjung Berangkat Umrah
Mulyadi, konsumen First Travel yang tak kunjung berangkat umrah sejak 2015. Foto-foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Harapan Mulyadi ziarah ke tanah suci terkatung-katung. Biro perjalanan umrah yang hendak memberangkatkannya sampai kini belum memberi kepastian.

Mulyadi bercerita, sekitar akhir 2015, dia mendaftar ke perusahaan jasa umrah, First Travel. Ia tahu travel itu dari kerabatnya. Mulyadi tergiur mendaftar lantaran cerita indah yang diungkapkan rekannya berangkat umrah bersama First Travel. Apalagi biayanya tergolong murah.

"Saudara saya berangkat umrah pakai travel itu. Enak dan bagus katanya," kata Mulyadi mengawali cerita kepada Metrotvnews.com di kediamannya, Jalan Swadaya Raya, Ciledug, Tangerang, Jumat 21 April 2017.

Januari 2016, Mulyadi mendaftar beserta satu kerabatnya, Yurnida Rajudin Lutan. Proses pendaftaran ke First Travel dibantu perantara bernama Azizah. Bulan itu juga, Mulyadi dan Yurnida melunasi seluruh biaya.

Mulyadi mengatakan, mulanya ia diminta membayar uang muka Rp5 juta dari total biaya Rp14,3 juta. Dua minggu berselang, ia melunasinya.

"Pada 29 Januari 2016 itu sudah lunas," ucap Mulyadi sembari menunjukkan kuitansi asli pembayaran ke First Travel.

Mulyadi pun dijanjikan berangkat umrah pada Desember 2016. "Telat-telatnya Januari 2017 berangkat (umrah)," kata Mulyadi.


Mulyadi menunjukkan kuitansi tanda sudah melunasi biaya umrah

Semula Mulyadi merasa tak ada masalah. Bahkan, pada 6 November 2016, ia dan Yurnida mengikuti manasik umrah yang diselenggarakan First Travel di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dua hari berselang, sejumlah peralatan umrah pun ia terima.

"Paspor saya, buku kuning (tanda sudah disuntik meningitis) sudah dikasih ke sana semua," lanjut dia.

Setelah itu, sampai Desember 2016, pihak biro perjalanan justru tak kunjung memberi kabar. Perantara yang membantu proses pendaftaran Mulyadi ke First Travel juga tak bisa memberi kepastian.

"Sampai sekarang kita enggak tahu kapan diberangkatkan," ujar Mulyadi.

Upaya konfirmasi

Sampai akhir Januari 2017, Mulyadi dan keluarga belum juga mendapat kepastian dari First Travel soal waktu keberangkatan umrah. Keluarga Mulyadi mulai harap-harap cemas.

Medio Februari 2017, anak Mulyadi, Putri Maulida, mencoba mencari kejelasan dengan mendatangi langsung kantor First Travel di kawasan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan. Pihak First Travel tetap belum bisa menjelaskan.

Kala itu Putri hanya diminta menyerahkan salinan bukti pembayaran. "Nanti ibu dihubungi lagi sama agennya," kata Putri meniru ucapan pihak First Travel.

Selanjutnya, Putri kerap mengontak perantaranya itu. Namun, sampai saat ini, dia tidak kunjung mendapat kejelasan.

Putri mengaku mendapat informasi kalau mesti ada duit tambahan Rp2,5 juta. Alasan pihak travel, ada penambahan biaya lantaran hal tertentu. Jika membayar, jamaah dijanjikan berangkat pada Mei-Juni 2017.

"Tapi, katanya, kita juga enggak pasti berangkat Mei," kata Putri.

Belakangan, kantor First Travel digeruduk sejumlah jamaah yang bernasib sama seperti Mulyadi dan Yurnida. Banyak jamaah yang memprotes lantaran tak kunjung berangkat ziarah ke Tanah Suci.

Mengenai ketidakpastian keberangkatan ini, Direktur Utama First Travel Andika Surachman mengatakan saat ini tengah fokus melayani jemaah. Menurutnya, anggapan dan penilaian yang saat ini berkembang di luar mengenai First Travel menjadi vitamin untuk terus melayani jemaah.

"Kita tetap melakukan kegiatan untuk melayani jemaah sampai semuanya selesai," kata Andika.

 


(UWA)