Indonesia Belum Bisa Komunikasi dengan 2 Mahasiswa yang Ditahan di Mesir

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 11 Aug 2017 19:07 WIB
indonesia-mesir
Indonesia Belum Bisa Komunikasi dengan 2 Mahasiswa yang Ditahan di Mesir
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers terkait perkembangan WNI terdampak operasi militer Marawi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (30/5/2017). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah belum bisa berkomunikasi dengan dua mahasiswa asal Indonesia yang ditangkap otoritas keamanan di Kota Samanud, Mesir. Pasalnya, akses konsuler belum diberikan kepada Indonesia.

"Jadi sampai sekarang kita belum mendapatkan akses kekonsuleran dari otoritas Mesir. KBRI sudah dua kali mengirimkan nota diplomatik untuk meminta akses kekonsuleran. Kita sampai sekarang belum dapat berkomunikasi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Retno mengaku sudah melaporkan kondisi ini kepada Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata dia, juga sudah menyiapkan dua kuasa hukum untuk mendampingi dua mahasiswa tersebut.

Kini, dua kuasa hukum itu bersama tim konsuler menuju kantor kepolisian di Agra, Mesir, tempat penahanan mahasiswa asal Indonesia. Kedua mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir, itu sudah ditahan sejak 1 Agustus 2017.

"Tim kita sudah ke Agra, tapi belum mendapat akses untuk bertemu dan berkomunikasi," ucap dia.

Baca juga: KBRI Kairo Benarkan Penangkapan Dua Mahasiswa Indonesia

Retno mengatakan, KBRI Kairo, Mesir hari ini akan kembali menulis surat ke Jaksa Agung setempat untuk minta akses kekonsuleran. Ia menilai akses kekonsuleran merupakan hal baku yang harus diberikan tuan rumah kepada tamunya.

Retno juga mengaku akan berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Mesir untuk mendapatkan akses kekonsuleran ini. Karena itu, ia yakin Mesir akan memberikan akses ini kepada Indonesia.

"Kita terus berkomunikasi dengan pemerintah Mesir dan saya yakin sebagai dua sahabat pasti akses kekonsuleran itu akan diberikan," ujar dia.

Menurut dia, KBRI sudah mengingatkan mahasiswa asal Indonesia untuk tidak masuk ke Kota Samanud. Sebab, pemerintah Mesir melarang warga negara asing berada di kota tersebut.

Karena itu, Retno kembali mengingatkan mahasiswa asal Indonesia tak lagi pergi ke Kota Samanud agar kejadian serupa tak terulang.

"Kalau kita tinggal di satu negara, kita harus hormati hukum atau aturan yang ada di negara tersebut. Oleh karena itu, tidak lelah-lelah kedutaan kita mengingatkan ke para mahasiswa untuk mematuhi aturan hukum yang ada di negara setempat, dalam hal ini di Mesir," kata dia.


(MBM)