Hari Buku Nasional, Jurnalis Membukukan Sandi Komunikasi Korupsi

Surya Perkasa    •    Kamis, 18 May 2017 04:20 WIB
korupsi
Hari Buku Nasional, Jurnalis Membukukan Sandi Komunikasi Korupsi
Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva (kiri), Pakar Komunikasi Effendi Gozali, Penulis Buku Sabir Laluhu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam Launching buku 'Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi' - foto: Surya Perkasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mengubah makna "santri" menjadi kurir suap. Mengganti istilah "kyai" menjadi pejabat Kementerian Agama. Arti "pengajian" menjadi kongkalikong tender.

Makna yang berkonotasi suci sengaja diubah para koruptor untuk mengakali penyidik antikorupsi. Mereka sengaja bermain sandi.

Sepetik kisah kasus korupsi yang dibukukan Sabir Laluhu, pewarta Koran Sindo yang lama memberitakan kasus korupsi.

"Saya mengerjakan buku ini 2 tahun 1 bulan," kata Sabir dalam launching bukunya yang bertajuk "Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi" di Gedung KPK Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Dalam 686 halaman buku buatan Sabir ini, beragam sandi dalam kasus-kasus lain dikisahkan dengan lantang. Komunikasi sandi ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi penegak hukum.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku, adu cerdik antara koruptor dan penyidik terus terjadi. Lumrah terjadi komunikasi sandi ditemukan dalam kasus korupsi.

"Koruptor itu makin lama makin pintar dan hati-hati," ujar Alex.

Buah pikiran Sabir yang diluncurkan dalam momen Hari Buku Nasional ini menuai pujian dari pakar komunikasi Effendi Gazali dan mantan Ketua MK Hamdan Zoelva.

Effendi menyebut betapa "halusnya" permainan koruptor ini dapat ditangkap dalam tulisan. Sementara, Hamdan menilai tulisan gubahan Sabir ini menunjukkan betapa aktifnya koruptor memutar otak.

"Itu hasil pemikiran pelakunya, bertujuan untuk mengaburkan maksud yang dilakukannya," kata Hamdan.


(REN)

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

7 hours Ago

Kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief menggelar konferensi pers menanggapi pernyataan Yulianis. …

BERITA LAINNYA