Bantuan Indonesia Tiba di Bangladesh

Rudy Polycarpus    •    Sabtu, 16 Sep 2017 09:33 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bantuan Indonesia Tiba di Bangladesh
Bantuan dari Indonesia untuk Rohingya berdatangan ke Bangladesh. Foto-foto: Biro Pers Istana

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia untuk para pengungsi etnis Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, berdatangan. Sejak kemarin tercatat sudah enam pesawat bolak-balik mengirimkan bantuan. Pesawat jenis Hercules itu tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

Peliput Biro Pers Rosi Imaniah melaporkan, pesawat Hercules A 1335 tiba sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau 18.00 WIB, Jumat 15 September. Pesawat itu membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sandang, family kit, flexible tank, selimut, dan gula.

Berselang dua jam, tepatnya pukul 19.00 waktu setempat atau 20.00 WIB, pesawat Hercules A 1326 yang berisi 10 ton beras juga mendarat di bandara tersebut.

Hari ini, bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia juga akan tiba. "Pagi ini, pesawat keberangaktan ke-5 dan ke-6, akan berangkat ke Chittagong pukul 06.30 WIB dan 08.30 WIB dari Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh," ucap Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan tertulis yang dikirim Biro Pers Istana, Sabtu 16 September 2017.

Pemerintah Indonesia mengharapkan bantuan ini meringankan beban para pengungsi dari Rakhine State.

Sudah ditunggu

Bantuan dari Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh ini akan langsung disalurkan secara bertahap. Pemerintah Bangladesh mengaku senang karena bantuan itu meringankan beban mereka yang kini dibanjiri ratusan ribu pengungsi.

Kedatangan bantuan itu disambut Duta Besar RI untuk Bangladesh Rina Soemarno dan perwakilan dari pemerintah Bangladesh, yakni Distric Commissioner Chittagong, Md Zillur Rahman Chowdhury.

"Senang sekali menerima pesawat pertama kiriman bantuan kemanusiaan untuk Bangladesh dari Indonesia. Bantuan ini sudah ditunggu-tunggu. Selanjutnya, kami akan membantu mendistribusikan kepada pengungsi Rohingya yang ada di Kota Coxs Bazar," ujar Rina.

Kota Coxs Bazar berjarak 170 km dari Chittagong. Kondisi pengungsi Rohingya di kawasan itu sangat memprihatinkan. Untuk berlindung dari terik matahari dan terpaan angin, mereka mendirikan tenda-tenda darurat yang cuma ditopang dengan bambu.

Sebagai perwakilan pemerintah Bangladesh, Md Zillur Rahman Chowdhury menyambut baik bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya yang terusir dari kampung halaman mereka di Rakhine, Myanmar. Saat ini sekitar 370 ribu pengungsi Rohingya berada di Bangladesh.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia. Peran ini sangat tepat bagi etnik Rohingya yang mengungsi di Bangladesh. Sangat membantu," kata Chowdhury.

Indonesia adalah kunci

Selain memberikan bantuan logistik buat pengungsi, pemerintah Indonesia juga aktif membantu upaya penyelesaiaan krisis kemanusiaan Rakhine. Amnesti Internasional pun mengapresiasi langkah itu.

"Bagaimana pun, dalam pandangan kami, Indonesia adalah kunci dalam mendiplomasikan penyelesaian krisis HAM di Myanmar," kata Direktur Eksekutif Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid, di Jakarta, kemarin.

Ia mendukung diplomasi Indonesia yang berbicara dengan State Counsellor Myanmar Daw Aung San Suu Kyi untuk menyelesaikan bencana kemanusiaan di Rakhine.

"Saya bicara dengan Menlu Retno Marsudi pagi ini (kemarin) yang mau berangkat ke Sidang Umum PBB. Dia sampaikan update bahwa akan ada pernyataan dari Aung San Suu Kyi di Myanmar pada 19 September. Semoga hasil pernyataannya sangat positif."



(UWA)