Tokoh Lintas Agama Bertekad Lawan Terorisme

Deny Irwanto    •    Selasa, 15 May 2018 19:49 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Tokoh Lintas Agama Bertekad Lawan Terorisme
Istri Gus Dur Sintya Nur Wahid dan sejumlah tokoh agama mendeklarasikan perang melawan terorisme. Foto: Medcom.id/Deny Irwanto

Jakarta: Istri Presiden ke-empat Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid bersama puluhan Ormas, lembaga, tokoh lintas agama dan iman, serta masyarakat umum melakukan deklarasi Gerakan Warga Lawan Terorisme. Masyarakat harus tetap bergandengan tangan dan jangan mudah diprovokasi oleh terorisme.

"Kami percaya bahwa persaudaraan anak bangsa akan terus menjadi lebih kokoh dalam menghadapi tantangan ini guna mempertahankan Indonesia yang berdasarkan pancasila, UUD 1945, dan penghormatan kepada ke-Bhinnekaan bangsa," kata Sinta di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Beberapa perwakilan yang hadir dalam deklarasi ini antara lain sejumlah tokoh dan perwakilan tokoh agama lintas-iman seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia, serta organisasi keagamaan lain dari Budha, Hindu, Konghucu, serta Pengkhayat Kepercayaan.

Baca: Intoleransi Dinilai Sebagai Bibit Terorisme

Sinta menjelaskan, ledakan bom yang dilakukan teroris di gereja merupakan tindakan yang sengaja ingin mengadu domba umat muslim dan umat kristiani. Namun, lanjut Sinta, jika seluruh umat lintas agama bisa saling menjaga, maka tidak akan pernah ada perpecahan antar agama di Indonesia.

"Kami gerakan warga lawan terorisme yang terdiri dari tokoh lintas iman, lintas profesi (pekerja seni dan budaya, akademisi, dan pendidikan, pekerja kemanusiaan, dan lain-lain) mengutuk keras tindak kejahatan terorisme. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga," jelas Sinta.

Baca: Intelijen Militer Harus Dilibatkan Berantas Terorisme

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan gerakan ini merupakan gerakan moral yang dilakukan masyarakat. 

"Kami ingin memperlihatkan bahwa kami tidak takut. kami mengajak masyarakat umum untuk tidak takut terhadap teror ini. teror tidak bisa menguasai kita," ungkap Hendardi.




(DMR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA