Aliando Minta Go-Jek tak Asal Putus Hubungan

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 13 Sep 2018 11:53 WIB
ojek onlinetaksi online
Aliando Minta Go-Jek tak Asal Putus Hubungan
Demo Aliando di Kantir Go-Jek. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Massa Aliansi Driver Online (Aliando) menuntut perusahaan angkutan sewa khusus (ASK) atau taksi online memperlakukan pengemudi selayaknya mitra. Ini terkait maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) atau suspend secara sepihak.

"Aplikator juga harus memberikan peringatan/teguran yang lebih transparan dalam kurun waktu tertentu sebelum ada langkah pemutusan kemitraan," kata Koordinator Aliando April Baja dalam aksi di kantor Go-Jek, Blok M, Jakarta Selatan, Kamis, 13 September 2018.

PHK sepihak ini, kata dia, menyebabkan masalah yang kompleks di tengah para sopir. Mereka yang terlanjur menyicil mobil harus memutar otak agar bisa menjalankan aplikasi meski akun di-suspend. Solusinya, jual-beli akun pengemudi menjadi hal yang lumrah.

April menyebut seringkali penumpang dijemput oleh mobil yang tak sesuai dengan identitas di aplikasi. Imbasnya, faktor keamanan pelanggan dipertanyakan karena pengemudi tidak sesuai dengan yang tertera di aplikasi.

Baca: Go-Jek Janji Pertimbangkan Permintaan Mitranya

Dia meminta agar perusahaan seperti Go-jek dan Grab membuka akun yang di-suspend, khususnya mereka yang di-PHK tanpa alasan yang jelas. "Terkecuali bagi rekan mitra yang terindikasi melakukan kecurangan secara masif dan melanggar hukum," kata April.

VP Corporate Communications Go-Jek Michael Reza Say menjawab tuntutan soal suspend ini. Ia mengakui memang banyak permasalahan terkait suspend. Namun, hal tersebut tak bisa dituntaskan dalam waktu singkat.

Reza menyebut pihaknya akan memformulasikan terlebih dulu permasalahan tersebut. "Kami melihat ini skalanya sangat besar. Jadi yang kami perhatikan itu skala nasional. Semoga satu hingga dua hari lagi bisa dirumuskan," jelas dia.


(OGI)