Adopsi Konsep Mitigasi Bencana dari Jepang

Kota Bogor Gandeng IPB Terapkan Mitigasi Bencana

Rizky Dewantara    •    Senin, 14 Jan 2019 08:18 WIB
Mitigasi Bencana
Kota Bogor Gandeng IPB Terapkan Mitigasi Bencana
Berkas Ijazah di balik reruntuhan bangunan akibat gempa bumi, MI/Susanto.

Bogor:  Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat menggandeng Pusat Studi Bencana (PSB) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan mitigasi bencana di wilayah Kota Bogor. 

Hasil kajian dan tipologi Kota Bogor sedikitnya ada delapan jenis bencana yang akan mengancam wilayah ini. Seperti longsor, banjir bandang, banjir lintasan, kebakaran pemukiman, gempa bumi dan cuaca ekstrem, meliputi hujan kencang disertai petir dan angin puting beliung. 

Kepala PSB IPB, Yanventri mengungkapkan, IPB dan Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor ingin jadikan Kota Bogor menjadi daerah tanggap bencana. Untuk mewujudkannya, perlu dilakukan tindakan nyata dengan membuat beberapa program untuk dijalankan.

"Seperti mengedukasi masyarakat, menguatkan sistem daya tahan bencana, membuat master area dan adanya ruang terbuka yang memang sudah dipersiapkan untuk antisipasi bencana," papar dia di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 14 Januari 2019.

Ia juga menyatakan, persoalan sadar bencana sebenarnya lebih kepada kebiasaan dan budaya masyarakat. Pihaknya akan mengadaptasi cara penanggulangan bencana di Jepang untuk diterapkan di Kota Bogor. 

"Seperti membangun area bermain di perumahan sebagai master area atau tempat evakuasi saat terjadi bencana," paparnya.

Lebih lanjut, dengan adanya kerja sama ini, IPB akan mendukung percepatan dari program-program Pemkot Bogor untuk mitigasi bencana. Pihaknya akan melatih masyarakat untuk sadar bencana dan roadshow edukasi tanggap bencana ke sekolah-sekolah. 

"Harapan kami, ini bisa diimplementasikan di Kota Bogor, sehingga Kota Bogor bisa menjadi kota tanggap bencana," tandasnya.

Baca: IPB Beri Beasiswa Korban Tsunami Selat Sunda

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengaku, Pemkot Bogor tidak bisa bekerja sendirian mengantisipasi bencana alam. Maka perlu sinergitas dengan pihak lain, salah satunya dengan PSB IPB, yang memiliki saran dan konsep strategis mengenai tanggap bencana. 

"Dengan kerja sama ini, Kota Bogor berupaya untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana," akunya saat dihubungi medcom.id, Sabtu, 12 Januari 2019.

Munurut Ganjar, selain kerja sama dengan PSB IPB, pada 2018 Pemkot Bogor telah membuat Perda terkait risiko bencana yang di dalamnya ada rumusan kebijakan yang tepat dalam penanggulangan bencana. 

Lebih lanjut, setiap pembangunan yang ada di Kota Bogor harus memiliki analisis risiko bencana dan mengantisipasi pohon-pohon di pinggir jalan agar jangan sampai menjadi “senjata mematikan” ketika ada bencana alam terjadi.

"Jadi ada dua garis besar yang menjadi fokus kami dalam penanggulangan bencana, yakni tata ruang kotanya dan edukasi ke masyarakatnya," tutup Ganjar.


(CEU)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA