Aksi 212, Panglima TNI Imbau Masyarakat Istigasah di Daerah Masing-Masing

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:22 WIB
unjuk rasa
Aksi 212, Panglima TNI Imbau Masyarakat Istigasah di Daerah Masing-Masing
Panglima TNI Gatot Nurmantyo memberikan keterangan pers seusai upacara militer di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis, (18/8)-- MI/ATET DWI PRAMADIA

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi 'Bela Islam III' akan digelar pada 2 Desember 2012 (212). Aksi tersebut dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta, masyarakat dari luar daerah mengurungkan niat ke Jakarta. "Saya katakan kalau memang 212, buatlah istigasah, berdoa bersama sama, lebih bagus di daerah masing-masing," kata Gatot usai kuliah umum di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurut dia, datang dari luar daerah ke Jakarta, berisiko. Kecelakaan di tengah jalan, misalnya. Lebih baik, kata dia, warga berdoa di daerah asal agar Indonesia tetap damai dan indah.

Baca: Presiden Tegaskan Aksi 212 Bukan Demonstrasi

Gatot menuturkan apa yang menjadi tuntutan untuk menegakkan hukum kasus dugaan penistaan agama sudah dikabulkan. Basuki Tjahaja Purnama sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia tidak mau citra Islam yang Rahmatan lil Alamin tercoreng akibat ulah penyusup pada aksi 212.

"Negara Islam terbesar dan demokrasitis saat ini Indonesia. Jadi Indonesia lambang dari Islam yang rahmatan lil alamin. Sudah final jangan dirusak lagi, bangsa ini sudah bersatu untuk bisa membangun bangsa Indonesia," tegas Gatot.

Baca: Menkopolhukam Puji Komitmen Aksi Superdamai 212

Aksi 2 Desember sebelumnya direncanakan digelar di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin, tapi belakangan digeser ke Monumen Nasional. Kesepakatan ini diperoleh setelah adanya pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan Polri.


Panglima TNI Gatot Nurmantyo--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Demonstrasi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Aksi disebut tak bakal berisi orasi seperti unjuk rasa pada umumnya. Aksi justru bakal diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat bersama.



Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, tak ada pihak yang dirugikan dengan menggelar aksi di Monas. Sebab, sesuai kesepakatan, aksi dipastikan tak bakal mengganggu lalu lintas. Monas diyakini mampu menampung 600 ribu sampai 700 ribu orang.


(YDH)