Ketua DPR Puji Peran Pemerintah dalam Peningkatan Peran Perempuan

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 14 Mar 2018 18:56 WIB
berita dpr
Ketua DPR Puji Peran Pemerintah dalam Peningkatan Peran Perempuan
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto:Dok)

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pemerintah Indonesia telah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan peran kaum perempuan. Hal itu terlihat dalam berbagai aturan dan lain sebagainya.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebutkan, salah satu bentuk kepedulian negara terhadap peningkatan peran perempuan terlihat dalam sistem partai politik yang mewajibkan harus memiliki kader perempuan hingga 30 persen.

"Namun sayang, peluang tersebut tidak dimanfaatkan maksimal. Saat ini hanya 97 perempuan dari 560 total anggota DPR, atau hanya 17,1 persen yang lolos menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019,” kata Bamsoet, saat membuka perayaan International Women's Day 2018 di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menjadi keynote speaker, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf serta para anggota DPR RI. 

Selain itu, hadir pula para Duta Besar Negara Sahabat, antara lain Mexico, Kanada, Bangladesh, Spanyol, Jordan, Panama, Serbia, Ceko, Yaman, Suriname, Pakistan, Kuwait, Brazil, Hungaria, Norwegia, Jepang, Portugal, Iran, Bulgaria, Colombia, Bosnia, Palestina, Irak, Myanmar, dan Rusia.

Bamsoet menjelaskan, kepedulian negara terhadap kaum hawa juga terlihat dalam legislasi, di antaranya dalam pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan perlunya pemberdayaan perempuan.

Selanjutnya, Undang-Undang tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesehatan reproduksi perempuan. Tak hanya itu, saat ini DPR juga tengah membahas RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Politikus Golkar itu menyebutkan bahwa DPR juga aktif memberdayakan wanita, melalui pembentukan Kaukus Perempuan Parlemen dan Kaukus Politik Perempuan Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan, serta mendorong pencapaian kesetaraan dan keadilan gender. 

"Bagi saya, kesetaraan gender bukan isu perempuan semata, melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas. Kesetaraan gender merupakan gerakan global di mana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar, yaitu hidup tanpa diskriminasi," ujar Bamsoet.


(ROS)