Bamsoet Berpantun tentang Teroris dan Kenaikan Harga Pangan

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 18 May 2018 14:49 WIB
berita dpr
Bamsoet Berpantun tentang Teroris dan Kenaikan Harga Pangan
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) - ANT.Wahyu Putro A.

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan salah satu tokoh politik nasional yang memiliki hobi berpantun. Kebiasaan lama itu selalu ia tunjukkan di sela kegiatannya sebagai orang nomor satu di DPR RI.

Pantun yang disampaikan tentunya disesuaikan dengan kegiatan yang dihadiri. Misalnya, saat sedang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan V  Tahun Sidang 2017-2018.

Pada awal pidato, pria yang akrab disapa Bamsoet itu melantun beberapa pantun yang menggambarkan kondisi di Indonesia, yaitu teror bom dan naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok. 

Pantun pertama yang disampaikan oleh Bamsoet menyinggung aksi teror yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Tak hanya mengganggu keamanan dalam negeri, aksi teror itu seakan menjadi kesempatan berbagai pihak yang menyalahkan DPR RI yang tak kunjung menyelesaikan revisi UU Terorisme.

Di Minggu pagi bom mengguncang
Warga kocar-kacir tunggang-langgang
Kita prihatin bukan kepalang
Kutuk teror salahkan undang-undang


Selanjutnya, suksesor Setya Novanto itu menyampaikan pantun yang bernadakan aspirasi rakyat Indonesia yang meminta agar harga bahan pokok dan BBM tidak dinaikan.

Umat muslim masuki Ramadhan
Intensifkan ibadah sampai lebaran
Rakyat berharap dan berpesan
Sembako dan BBM jangan dinaikkan


Setelah membacakan pantun, mantan Ketua Komisi III DPR RI itu pun membahas beberapa isu dan kondisi yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Tak lupa, dia juga mengingatkan agar alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI uantuk emnyelesaikan tugas dan fungsinya dengan baik.

Pada penutup pidatonya, Bamsoet kembali berpantun. Kali ini, pantutn yang disampaikan bertujuan untuk memberikan semangat kepada aparat kemanan agar dapat mengusut aksi teror hingga tuntas.

Bom meletus wartawan meliput
Laporan diberitakan berturut-turut
Hadapi terror tidak boleh takut
Pihak berwajib teruslah usut


Terakhir, politikus Golkar itu lantang menyampaikan bahwa rakyat Indonesia tidak takut menghadapi teroris. Tapi, masyarakat takut dengan kenaikan tarif listrik.

Burung perkutut buah kenari
Teroris mati mencari bidadari
Kita tak takut perang menghadapi
Tarif listrik dan dollar naik itulah yang kita takuti.



(ROS)