Kemen PUPR Kebut Pengaspalan Jalan Trans Papua

Siti Yona Hukmana    •    Jumat, 13 Apr 2018 20:12 WIB
Trans Papua
Kemen PUPR Kebut Pengaspalan Jalan Trans Papua
Ilustrasi jalan Trans Papua - ANT/Indrianto Eko Suwarso

Papua Barat: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan kelancaran konektivitas di Papua. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengerjaan pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan.

“Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan akhir tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya,” ujar Basuki melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 13 April 2018.

Basuki menuturkan, pada 2018, anggaran jalan di Papua Barat sebesar Rp 1,6 triliun. Dana tersebut untuk perbaikan geometri jalan dan pembangunan 125 jembatan. Ditargetkan akhir tahun 2018; 60,14% Jalan Trans Papua Barat sudah beraspal dan terus meningkat menjadi 64,56% jalan beraspal pada akhir tahun 2019.

Dari pembangunan yang telah dilakukan, pada 2017 Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.070,62 km telah tersambung. Tercatat, 58,97% sudah beraspal dan sisanya jalan tanah. Pembangunan jalan di Papua diharapkan dapat membuka keterisolasian daerah terpencil, mengurangi biaya kemahalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Basuki meyakini, masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua tersebut.

(Baca juga: Jokowi: Trans Papua Hapus Keterbatasan Akses)

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua ruas yaitu ruas pertama, Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat, yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.

Diketahui, Ruas jalan itu juga terhubung dengan Pelabuhan Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kondisinya hingga akhir 2017 adalah 81,6 persen sudah beraspal, perkerasan tanah sepanjang 109,24 km dan diperlukan perbaikan geometrik jalan sepanjang 13,5 km. 

Sedangkan ruas kedua, Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua telah berhasil tembus pada Desember 2017. Dari panjang 475,81 km, kondisi beraspal sepanjang 145,41 km, perkerasan tanah 330,41 km dan perlu perbaikan geometrik jalan sepanjang 38,24 km.

Basuki mengaku, dalam pembangunan Trans Papua dan Papua Barat itu terdapat tantangan yakni kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan dan cuaca. Selain itu, kata dia, ketersediaan material konstruksi terbatas di Papua. 

Namun, Basuki mengatakan pihaknya tetap berupaya keras mengutamakan pemanfaatan material yang tersedia di Pulau Papua.

Diketahui, penyelesaian Jalan Trans di Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.


(REN)