Kapolri: Kepercayaan Publik Naik 2 Tahun Terakhir

Ilham wibowo    •    Rabu, 11 Jul 2018 11:07 WIB
polri
Kapolri: Kepercayaan Publik Naik 2 Tahun Terakhir
Kapolri Jenderal Tito Karnavian di HUT ke-72 Bhayangkara - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri meningkat dua tahun terakhir. Penilaian itu, kata dia, dari beberapa lembaga survei baik nasional maupun internasional. 

"Polri yang pada tahun 2016 termasuk dalam tiga institusi paling tidak dipercaya publik, kini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, telah berada pada tiga besar lembaga dengan kepercayaan publik terbaik," ucap Tito di HUT ke-72 Bhayangkara, di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. 

Tito memaparkan, pada survei yang dilaksanakan Litbang Kompas pada akhir Juni 2016 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 63,2 persen. Setelah satu tahun pelaksanaan Program Promoter, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan 67,6 persen responden puas dengan kinerja Polri. 

"Selanjutnya survei Litbang Kompas pada Oktober 2017 menempatkan Polri sebagai lembaga yang dipercaya ranking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan mencapai 70,2 persen," beber Tito dihadapan Presiden Joko Widodo dan tamu undangan. 

(Baca juga: Jokowi Ingatkan Polri Buang Budaya Koruptif)

Tito melanjutkan, survei yang dilaksanakan Alvara Research Center pada Mei 2018 juga menunjukkan adanya perbaikan kepercayaan publik. Polri menjadi satu dari dua lembaga yang memiliki tren kenaikan tingkat kepuasan publik dalam periode tersebut dengan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 78,8 persen. 

Survei terkahir dilakukan Litbang Kompas pada Juni 2018. Hasilnya, kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9 persen.

"Hasil ini mengindikasikan bahwa 82,9 persen warga negara Indonesia percaya kepada Polri, tertinggi semenjak era reformasi," ucap dia. 

Hasil survei tidak hanya datang dari dalam negeri. Tito menyebut, survei juga dilakukan dunia internasional. 

The Gallup Organization, lembaga survei papan atas yang berbasis di Amerika Serikat, ikut melakukan pemantauan. Gallup's 2018 Global Law and Order Survey menyebut, Indonesia berada pada peringkat ke-9 negara teraman di dunia. Posisi tersebut berada di atas Denmark (posisi ke-10) dan Belanda (posisi ke-15), bahkan Jepang (posisi ke-27). 

"Survei juga mengungkap 69 persen dari 148.000 responden pada 142 negara percaya bahwa kepolisian lokal dalam hal ini Polri di Indonesia, mampu menjaga keamanan dalam negerinya," pungkas dia. 

(Baca juga: Jokowi: Indonesia 10 Besar Negara Teraman di Dunia)




(REN)