Senator DPD Dukung Gubernur DKI Jakarta Terpilih Hentikan Proyek Reklamasi

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 19 May 2017 15:44 WIB
berita dpd
Senator DPD Dukung Gubernur DKI Jakarta Terpilih Hentikan Proyek Reklamasi
Reklamasi Teluk Jakarta (Foto:Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengapresiasi komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, untuk tetap menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Fahira menilai, reklamasi bukan hanya akan menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem Teluk Jakarta, tapi juga menutup akses sosial ekonomi nelayan tradisional yang sudah berada di pesisir Jakarta selama ratusan tahun.

"Pulau-pulau yang sudah jadi, terutama yang diperuntukkan untuk kepentingan komersial harus 'disita' dan dialihfungsikan sepenuhnya untuk kepentingan publik Jakarta. Dasar hukum 'penyitaan' sangat kuat karena semua aktivitas pembangunan pulau-pulau 'palsu' tersebut melanggar hukum,” ucap Fahira, di Jakarta, Jumat, 19 Mei 2017.

Fahira mengungkapkan, kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta tidak lepas dari janji kampanye mereka yang tegas akan menghentikan proyek reklamasi. Janji kampanye menolak reklamasi mendapat sambutan dari mayoritas pemilih Jakarta.

"Saya turun ke konstituen bertanya kenapa mereka memilih Anies-Sandi, salah satu jawabannya adalah karena hanya pasangan ini yang tegas dan berani akan menghentikan reklamasi. Publik Jakarta sudah lelah melihat berbagai pelanggaran reklamasi yang dilakukan terang-terangan hanya demi kepentingan pengembang," papar senator asal DKI Jakarta ini.

Kebijakan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi yang meminta publik untuk memberikan saran mengenai pemanfaatan pulau-pulau reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah jadi, juga menjadi bukti bahwa keduanya akan mengedepankan partisipatif dan kolaboratif publik dalam setiap kebijakannya.

"Open government sudah mereka praktikkan, walau belum resmi dilantik. Ini patut kita apresiasi. Saya berharap pulau-pulau yang sudah jadi ini, menjadi fasilitas publik bagi warga Jakarta untuk bisa menikmati pemandangan Teluk Jakarta. Miris memang, perkembangan Kota Jakarta itu tidak dapat dilepaskan dari sejarah bahari, tetapi warganya tertutup aksesnya melihat laut, karena sudah dikuasai oleh mereka yang punya uang," ujar Fahira.


(ROS)

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

36 minutes Ago

Fredrich dianggap melewati batas dalam memberikan keterangan dan informasi tentang Novanto yang…

BERITA LAINNYA