Jokowi Jamin Kesejahteraan Karyawan PTPN

Damar Iradat    •    Kamis, 21 Feb 2019 13:23 WIB
ptpn
Jokowi Jamin Kesejahteraan Karyawan PTPN
Presiden Joko Widodo menerima Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) yang terdapat dalam PT Perkebunan Nusantara (PTPN)--Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Presiden Joko Widodo menerima Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) yang terdapat dalam PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dalam kesempatan itu, Jokowi memastikan pemerintah akan memerhatikan kesejahteraan para pekerja di PTPN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sudah diberikan instruksi langsung oleh Presiden Jokowi untuk memerhatikan kesejahteraan para pekerja. Sebab, dari kesejahteraan para pekerja, PTPN bisa besar seperti sekarang.

"Bapak juga memberikan pesan bahwa Perkebunan Nusantara ini sangat besar dan ini harus dijaga betul untuk bisa dikembangkan," kata Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

Presiden, kata Rini, juga berharap agar PTPN bisa menyejahterakan karyawan maupun masyarakat sekelilingnya dan juga negara. Bagaimanapun juga, keuntungan harus bisa dicetak dengan juga masuk ke produk produk hilir. "Sehingga Perkebunan Nusantara nanti ini nilai tambah jadi lebih tinggi," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Rini, Presiden juga telah memerintahkan agar karyawan PTPN yang sudah mengabdi 10 tahun lebih untuk bisa mendapatkan lahan 1.000 meter. "Sehingga mereka mendapat tinggal di sana punya tempat tinggal yang permanen, sehingga komitmennya menjaga kebun kebun ini semakin tinggi," ujar Rini.

Ketua Umum FSPBUN Tuhu Bangun mengatakan, kondisi kesejahteraan para pekerja memang perlu diperhatikan. Menurut dia, manajemen dan pekerja juga harus menjadi kesatuan.

"Serikat federasi pekerja kebun merasa perlu untuk membedah persoalan ini agar antara manajemen dan serikat pekerja menjadi satu kesatuan yang kuat di dalam mempertahankan aset negara," ungkap Tuhu.

Baca: Strategi Besar Jokowi di Sektor Pangan

Menurut dia, PTPN sampai saat ini memiliki sekitar 130 ribu lebih karyawan aktif. Mereka harus menjaga aset negara di bidang perkebunan yang mencapa 1.187.000 hektare.

Di sisi lain, PTPN ada juga memiliki purna karya, eks karyawan lebih kurang 400 ribu. Kemudian di balik itu lagi ada ada sebagai mitra petani plasma, perkebunan sebanyak 457 ribu kepala keluarga.

Selain itu, PTPN juga memiliki tenaga borongan sebanyak 150 ribu karyawan. Oleh karena itu, menurut dia multiplier dari itu semua merupakan pengaruh dari perkebunan yang berdampak pada sektor eknonomi sebagai lokomotif.

"Karena memang tujuan dari PTPN itu dulu adalah membangun perekonomian kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, kemudian memberikan sebagian keuntungan kepada devisa kepada negara," tegasnya.

Ia juga meminta agar keberadaan aset negara dalam BUMN perkebunan dan seluruh stakeholder bisa dijamin untuk keberlangsungannya. "(Aset PTPN) Itu berada di semua pelosok. Beda dengan BUMN yang lain, perbankan misalkan, asetnya tengah kota. Tapi ini beda, di seluruh pelosok. Dan dia siklusnya 25 tahun sekali," tegasnya.


(YDH)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA