Hanya 11% Tenaga Kerja Indonesia yang Sarjana

Intan Yunelia    •    Rabu, 16 Jan 2019 19:44 WIB
Pendidikan Tinggi
Hanya 11% Tenaga Kerja Indonesia yang Sarjana
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Medcom.id/Intan Yunelia.

Depok: Profil angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh tenaga kerja lulusan pendidikan menengah ke bawah.  Sementara kontribusi lulusan perguruan tinggi setingkat sarjana baru 11 persen atau 13 juta orang dari total 121 juta penduduk yang bekerja.

Indonesia perlu terus melakukan percepatan kesiapan SDM, yang dapat menjadi penggerak ekonomi, industri, serta birokrasi yang berdaya saing dan modern.  "Saat ini, sarjana di Indonesia baru berkontribusi 11% (atau 13 juta orang) dari 121 juta penduduk yang bekerja, lebih dari 65% adalah tenaga kerja lulusan pendidikan menengah ke bawah," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memberi sambutan di Dies Natalis FMIPA UI, di Kampus UI, Depok, Rabu, 16 Januari 2019.

Untuk memperkuat profil angkatan kerja Indonesia tersebut, kata Puan, pemerintah telah merancang sejumlah agenda strategis.  Di antaranya memperluas penerima beasiswa Bidikmisi, dari 199,5 ribu mahasiswa pada 2014, menjadi 471,8 ribu mahasiswa di 2019.

Baca: Puan Puji Kontribusi Lulusan FMIPA UI

Selain itu revitalisasi pendidikan vokasi, penguatan Riset Nasional, di mana mulai tahun ini Pemerintah mulai mengalokasikan dana abadi penelitian, sebesar satu triliun rupiah.  Juga pengembangan manfaat dana LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk melakukan sejumlah pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan. 

Menurut Puan, FMIPA UI memiliki peran dan tanggung jawab yang strategis dalam ikut mempercepat ketersediaan SDM Indonesia yang modern dan berdaya saing.  Puan berharap FMIPA UI dapat mengembangkan berbagai program studi yang diperlukan dalam menyiapkan SDM Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0.

“FMIPA UI, sebagai masyarakat ilmiah, perlu terus memperkuat budaya riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. FMIPA diharapkan dapat terus menghasilkan riset dan inovasi yang akan memperkuat industri nasional sehingga semakin berdikari,” kata Puan.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK didaulat meresmikan penggunaan peralatan/fasilitas laboratorium FMIPA-UI ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan peninjauan peralatan di lantai 8 laboratorium dan melihat Science Expo 2019 di pelataran parkir FMIPA.

Turut hadir di Hall Laboratorium Multidisiplin FMIPA-UI, Wakil Rektor Bidang I Prof. DR. Bambang Wibawana, Managing Director Grup Sinarmas Saleh Husain, Dirjen Pengembangan Riset Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Prof. Agus Sartono dan Wakil Dekan FMIPA-UI Rahmatullah.


(CEU)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA