Asuransi Bencana untuk Indonesia

   •    Jumat, 12 Oct 2018 11:30 WIB
gempa bumi
Asuransi Bencana untuk Indonesia
Peneliti Pusat Studi Gempa Bumi Nasional meneliti struktur lapisan tanah dan batuan di Balarowa, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda)

Jakarta: Sebagai negara yang rawan akan bencana, penangulangan dan penanganan bencana tidak bisa hanya berhenti pada mitigasi. Indonesia hari ini dinilai sudah harus memiliki asuransi khusus kebencanaan sebagai bagian dari penanggulangan bencana.

Pakar Kegempaan Suhardjono mengatakan, yang perlu dipersiapkan pertama kali adalah manajemen bencana. Salah satu aspek penting di dalamnya adalah pengurangan risiko yang berkaitan dengan potensi bahaya yang ditimbulkan.

"Pengurangan risiko inilah yang akan terkait dengan penghitungan pembayaran premi asuransi. Kalau sudah tahu bahayanya akan lebih mudah dalam penghitungan," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Editorial Media Indonesia, Jumat, 12 Oktober 2018.

Selain pengurangan risiko, aspek lain yang tak kalah penting dalam asuransi kebencanaan adalah faktor kerentanan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pemerintah melakukan pemetaan wilayah.

Satu hal yang penting dalam pemetaan adalah data atau dokumen yang berkaitan dengan sejarah bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Sayangnya, data atau dokumen terkait sejarah kebencanaan di Indonesia masih minim.

"Dilihat dari sisi keilmuan, kita butuh banyak data dan dokumen (misalnya) kegempaan yang cukup panjang. Sedangkan untuk mencatat kegempaan panjang itu bergantung pada teknologi," ungkapnya.

Keterbatasan teknologi membuat pemerintah baru bisa menghitung dan memetakan wilayah rawan bencana beberapa tahun terakhir. Padahal, kata dia, untuk mendukung manajemen bencana, dibutuhkan data dan dokumen yang berkaitan dengan sejarah kegempaan. Minimal yang tercatat pernah terjadi ratusan tahun sebelumnya.

"Ini kesulitan kita dalam memetakan kembali sejarah kegempaan masa lampau. Kalau Tiongkok atau Jepang sudah punya sejarah gempa yang cukup panjang. Di kita belum," pungkasnya.




(MEL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA