Menkes Sebut Kasus Demam Berdarah Mulai Turun

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 25 Feb 2019 19:40 WIB
demam berdarah
Menkes Sebut Kasus Demam Berdarah Mulai Turun
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kanan). ANT/Rivan Awal Lingga.

Jakarta: Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengaku kasus demam berdarah dengue (DBD) masih cukup tinggi pada tahun ini. Namun, Nila mengklaim kasus ini mulai menurun.

"Ya sudah makin turun saya kira," kata Nila di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.

Nila tak menyebutkan angka pasti penurunan kasus demam berdarah itu. Ia menjelaskan nyamuk demam berdarah muncul saat musim pancaroba atau peralihan antara musim penghujan dan musim kemarau. Mereka biasanya ada di genangan air bersih, bukan air kotor.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar. Masyarakat diminta menjalankan pesan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bertanggung jawab terhadap selokan di depan rumah masing-masing. Hal itu salah satu cara untuk menghindari kemunculan jentik nyamuk aedes aegepty yang membawa penyakit demam berdarah.

"Jadi memang itu yang kita minta dan masyarakat juga waspada. Karena demam berdarah ini akan terus terjadi," ujar dia.

Baca: Penderita DBD di Semarang Meningkat Drastis

Kemenkes, terang dia, sudah menyosialisasikan bahaya DBD ke daerah. Pihaknya siap melakukan fooging atau pengasapan bila ditemukan wabah DBD.

"Juru pemantau jentik ini kita akan sebarkan juga di RT RW dan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) itu kita tetap berlakukan," ujar dia.

Dia juga mengingatkan para orang tua untuk segera membawa anaknya ke rumah sakit bila terkena demam. Meskipun, tidak semua penyakit demam akibat terjangkit virus DBD. 

"Tapi jauh lebih baik daripada dia akan terlambat," ucap dia.

Ciri-ciri terjangkit DBD saat ini sering kali tak melulu sama. Biasanya, seseorang diketahui terjangkit DBB bila panas tubuhnya tak turun selama lima hari.

Saat ini, kata Nila, panas beberapa hari saja bisa diidentifikasi terjangkit virus DBD. Terlebih, panas itu diikuti dengan kondisi badan yang lesu.

Dia meminta masyarakat untuk segera memeriksa trombosit ke dokter apabila badan panas. Sehingga, potensi meninggal dunia akibat DBD bisa dihindari.

"Yang bahaya itu kalau sudah trombosit turun, pengenceran darah terjadi, nah ini yang disebut de morici dengue, itu yang bahaya. Itu menyebabkan kematian," kata dia.


(DRI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA