Kehadiran Pimpinan Partai Dinilai Solidkan Dukungan terhadap Paslon Pilkada DKI

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 11 Feb 2017 19:05 WIB
pilgub dki 2017
Kehadiran Pimpinan Partai Dinilai Solidkan Dukungan terhadap Paslon Pilkada DKI
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya usai jumpa pers mengenai hasil survei Pilgub DKI Jakarta. Foto: MTVN/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemunculan Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017 dinilai telah menyolidkan dukungan kepada setiap pasangan calon. Kehadiran para pimpinan partai itu membuat pemilih menjadi semakin yakin dengan pilihannya.

"Pasca (Megawati, Prabowo dan SBY) turun gunung soliditas dukungan naik luar biasa," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya Kantor Charta Politika, Jalan Cisanggiri, Jakarta Selatan, Sabtu 11 Februari 2017.

Menurutnya, Pilkada DKI 2017 mempertontonkan pertarungan antarpartai besar, yakni PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Demokat. PDI-P bersama partai lainnya seperti Partai NasDem, Golkar dan Hanura menyokong pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara, Gerindra dan PKS mengusung pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Terakhir, Demokrat bersama PPP, PKB, dan PPP mengusung pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni.

Dari survei yang dilakukan Charta Politika, pemilih PDI Perjuangan sangat kuat mendukung Ahok-Djarot dengan 88,3 persen. Begitu juga dengan pemilih Gerindra yang mendukung Aneis-Sandi cukup kuat dengan 83 persen dan pemilih Demokrat yang mendukung Agus-Sylvi sebesar 88,4 persen.

"Ini pertarungan tiga partai besar, tokoh besar dam rezim besar," ucap dia.

Namun, bagian yang menarik katanya, saat Prabowo turun gunung. Kehadiran Prabowo dalam kampanye Anies-Sandi memiliki pengaruh yang besar.

Prabowo pada Pilpres 2014 lalu memiliki basis kuat di kalangan pemilih Islam di Jakarta dan berhasil membawanya untuk mendukung Anies-Sandi. Bahkan, Yunarto menilai warga Islam yang awalnya mendukung Agus-Sylvi kini telah beralih ke pasangan nomor urut tiga itu.

"Ketika Prabowo turun, itu menarik (pemilih) Islam. Itu sangat berpengaruh cepatnya pemilih Islam dari Agus ke Anies. Hampir tiap malam (Anies-Sandi) kujungan ke acara Maulid Nabi (Muhammad SAW) dengan membawa habib. Itu jaringan yang dimiliki Prabowo bukan yang dimiliki SBY selama ini," pungkas dia.


(Des)

Di Balik

Di Balik "Nuwun Sewu" Ahok kepada Anies

21 minutes Ago

Salam berbahasa Jawa ini merupakan idiom yang bisa berarti "permisi' atau "maaf&q…

BERITA LAINNYA