Karikaturis Media Indonesia Diganjar Anugerah Adinegoro

   •    Minggu, 28 Jan 2018 15:10 WIB
media indonesia
Karikaturis Media Indonesia Diganjar Anugerah Adinegoro
Budi Setyo Widodo, ilustrator dan karikaturis Media Indonesia meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 - foto: MI.com

Jakarta: Budi Setyo Widodo, ilustrator dan karikaturis Media Indonesia meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017. Tiyok, biasa dia disapa, diganjar penghargaan untuk Kategori Jurnalistik Karikatur berjudul Anti-Pancasila yang dipublikasikan di harian Media Indonesia, 19 Juli 2017.

"Karyanya sangat sederhana, lugas, tidak ruwet, sangat komunikatif, mudah dipahami oleh semua orang, dan memenuhi syarat sebagai karya karikatur yang baik di antara karya lainnya," kata Ketua Dewan Juri Kategori Jurnalistik Karikatur Gatot Eko Cahyono dilansir dari MI.com, Minggu, 28 Januari 2018. 

Para juri Kategori Jurnalistik Karikatur, yaitu Gatot Eko Cahyono, Budi G Sadikin, dan Dolorosa Sinaga memilih karya berdasarkan topik, pesan, bahasa visual, komposisi, dan kualitas gambar.

"Karya yang masuk semakin banyak dan semakin banyak pula karya karikatur yang bagus, baik teknis maupun ide, dari para kartunis muda yang berbakat," ujar Gatot Eko Cahyono.

Menurut Dolorosa Sinaga, peserta tahun ini menggembirakan karena muncul nama-nama baru dan tampak pendekatan ekspresi yang bersifat eksploratif, elemen gambar dan tulisan tampil lebih sederhana, tapi memiliki kekuatan komunikatif.

"Isu korupsi, diskriminasi, keberagaman, nasionalisme, dan kritik tehadap pemerintah, kinerja dan kualitas kemanusiaan DPR, masih terus menjadi kepedulian yang sangat kuat dalam ekspresi karikatur tahun ini. Beberapa karya mengekspresikan kritik terhadap generasi muda yang hidup dalam era teknologi komunikasi visual. Yang tidak muncul tahun ini adalah isu gender," ujar Dolorosa Sinaga.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menentukan pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 untuk enam kategori. Selain Jurnalistik Karikatur (media cetak), pemenang lima kategori lainnya terdiri dari Indepth Reporting, Jurnalistik Foto (media cetak), News Features televisi, News Features radio, dan News Features media siber.

Muhammad Amin dengan karyanya Dinamika dan Romantika di Sepadan Negeri (1-10) memenangkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 Kategori Indepth Reporting untuk media cetak yang dipublikasikan di Harian Riau Pos pada 18 Desember 2017.

Pemenang Kategori Foto adalah foto jurnalistik berjudul Fase Kritis karya Raka Denny yang dipublikasikan di Harian Jawa Pos pada 29 November 2017.

Pemenang Kategori Jurnalistik Televisi adalah Berdamai dengan Maut di Kaseralau karya Rivo Pahlevi Akbarsyah yang dipublikasikan di Trans 7 pada 10 Oktober 2017.

Pemenang Kategori Jurnalistik Radio adalah “Saya Indonesia” karya Surya S.Thalib S.AP yang dipublikasikan di Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Nunukan, Kalimantan Utara pada 16 Desember 2017.

Penjurian Kategori Jurnalistik Siber menetapkan Janji untuk Papua karya A.Haryo Damardono yang dipublikasikan di Kompas.ID pada 1 Maret 2017. Karya-karya tersebut adalah karya perorangan yang dipublikasikan pada 2017.

Selain itu, terdapat Penghargaan Khusus Media Siber Terinovatif, yang diberikan kepada media siber sebagai lembaga. Penghargaan Khusus Media Siber Terinovatif ini diberikan kepada Tirto.Id sebuah situs berita, artikel, infografik yang sedang naik daun.

Para pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 akan mendapatkan hadiah sebesar Rp50 juta, tropi, dan piagam, sedangkan Media Siber Terinovatif mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta, tropi, dan piagam. Hadiah akan diserahkan pada Hari Pers Nasional 2018, tanggal 7-9 Februari 2018 di Padang, Sumatra Barat.
 


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA