Kapolri: Penyanderaan di Tembagapura Fakta

Arga sumantri    •    Kamis, 16 Nov 2017 11:33 WIB
kelompok bersenjata di papua
Kapolri: Penyanderaan di Tembagapura Fakta
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan apa yang terjadi di Distrik Tembagapura, Papua, masuk kategori penyanderaan. Meskipun, banyak beredar informasi kalau sebenarnya yang terjadi di Desa Banti dan Kimbely, Kabupaten Timika, itu bukan penyanderaan.

"Apalagi istilahnya untuk menggantikan situasi saat masyarakat tidak boleh keluar dari situ dengan ancaman," kata Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 16 November 2017.

Menurut Tito, memang benar tak ada bentuk-bentuk tindakan represif dari orang-orang yang disebut Polri sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB). Ambil misal, mengikat warga. Namun, isolasi yang dilakukan KKB, kata Tito, masuk kategori penyanderaan dalam istilah hukum.

"Sama saja dalam bahasa hukum itu namanya penyanderaan, perampasan kemerdekaan, tidak memperbolehkan orang lain untuk melakukan mobilitas sebebas-bebasnya, sesuai keinginan dia, sesuai kehendak dia. Itu namanya perampasan kemerdekaan," kata Tito.

Baca: Menhan Duga Ada Provokator Penyanderaan di Papua

Tito mafhum banyak terjadi propaganda maupun kontra propaganda yang terjadi dalam kasus di Tembagapura. "Tapi, yang kita sampaikan adalah fakta."

Sejumlah orang yang dikategorikan Polri sebagai kelompok kriminal bersenjata mengisolasi warga di Desa Banti dan Kimbely. Polri mencatat ada sekitar 1.300 orang yang tertutup aksesnya. Mereka terdiri dari warga asli dan pendatang yang saban hari bekerja sebagai pendulang emas.




(UWA)